



(Unila): Universitas Lampung (Unila) menggelar Sosialisasi Remunerasi Tenaga Kependidikan (Tendik) dan Dosen Periode Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 secara hybrid melalui zoom meeting dan hadir langsung (luring), di Ruang Sidang Utama lantai dua Gedung Rektorat Unila, pada Senin, 3 Agustus 2026.
Kegiatan dibagi menjadi dua sesi. Sesi pagi khusus bagi tenaga kependidikan (tendik) dan sesi siang bagi dosen. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum (BUK) Unila, Dr. Habibullah Jimad, S.E., M.Si.
Dr. Habibullah Jimad dalam sambutannya menegaskan pentingnya peran tendik sebagai supporting system utama dalam mewujudkan visi, cita-cita, dan pencapaian target Unila. Menurutnya, keberhasilan Unila tidak hanya bertumpu pada peran dosen, tetapi juga bergantung pada kontribusi nyata dari para tendik.
“Tendik merupakan elemen terpenting untuk mendukung pencapaian tujuan institusi. Oleh karena itu, budaya ‘delapan kosong empat’, absen pukul delapan pagi, lalu hilang, kemudian absen kembali pada pukul empat sore, harus kita hilangkan. Ke depan, kinerja kita akan dilihat berdasarkan laporan kegiatan harian dan capaian riil yang dihasilkan,” ujar Warek BUK Unila ini.
Ia menjelaskan, pengelolaan remunerasi di lingkungan Unila kini berbasis sistem (by system) yang mewajibkan penyusunan jurnal harian. Penerapan sistem ini bertujuan untuk mendorong transparansi, akuntabilitas, serta menciptakan prinsip keadilan dalam pembagian insentif dan gaji yang bersumber dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Unila.
“Remunerasi BLU Unila ini adalah hasil kerja keras kita bersama yang berasal dari PNBP, bukan kucuran langsung dari pemerintah pusat. Maka, pembagiannya dilakukan secara adil dan legal berdasarkan posisi serta kinerja masing-masing. Jangan sampai pegawai yang rajin mendapat insentif yang sama dengan yang tidak rajin,” tegasnya.
Lebih lanjut, Dr. Habibullah menyoroti tantangan peningkatan PNBP Unila yang selama beberapa tahun terakhir belum mencapai target maksimal, di mana penerimaan dari UKT masih cenderung stagnan dan baru meningkat jika ditambah dari hasil kerja sama.
Di sisi lain, beban operasional institusi semakin bertambah seiring bertambahnya sumber daya manusia, termasuk penambahan lebih dari 400 pegawai P3K dan PNS baru pada tahun sebelumnya.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Unila mentransformasi sistem penilaian kinerja pegawai (Form HA) yang sebelumnya tidak berbasis sistem, sehingga evaluasi kinerja cenderung seragam di angka maksimal, menjadi sistem yang terintegrasi secara bertahap. Sistem baru ini nantinya mengaitkan seluruh capaian kinerja individu tendik maupun dosen dengan target kinerja organisasi, khususnya Kontrak Kinerja Rektor dengan Kementerian.
“Apapun yang kita kerjakan harus berfokus pada pencapaian target organisasi. Penilaian individu akan langsung dikaitkan dengan kontrak kinerja dengan atasan masing-masing agar pertanggungjawabannya semakin transparan dan akuntabel,” tambahnya.
Wakil Rektor BUK juga mengajak seluruh peserta sosialisasi untuk menyimak dengan baik pemaparan teknis dari tim remunerasi dan terus menanamkan semangat perbaikan berkelanjutan (continuous improvement).
“Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mengingatkan bahwa hari esok harus lebih baik dari hari ini, dan hari ini harus lebih baik dari kemarin. Semoga apa yang kita kerjakan dengan cucuran keringat ini menjadi berkah bagi kita semua,” ujar Dr. Habibullah Jimad.
Sosialisasi dilanjutkan dengan pemaparan teknis mekanisme sistem remunerasi dan jurnal harian oleh tim remunerasi Unila, yang diikuti seluruh pejabat struktural, pengelola kepegawaian, tendik, serta sejumlah dosen di lingkungan Unila. [Imam Gunawan]




