
(Unila): Jumat pagi, 31 Juli 2026, suara deru mobil membelah keheningan di kompleks Rumah Susun Mahasiswa (Rusunawa) Universitas Lampung (Unila). Sebuah mobil bernomor polisi BE 26 berhenti dan turunlah sosok wanita yang akrab dipanggil Prof. Lusi, Rektor Universitas Lampung.
Pimpinan tertinggi Unila tersebut melakukan inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan dalam rangka monitoring dan evaluasi (monev) dengan didampingi Kepala Biro Umum dan Kepegawaian Universitas Lampung.
Pasalnya, hari ini tanggal 31 Juli 2026, program student exchange dalam kerangka kerja sama antara Unila dan École Nationale des Travaux Publics de l’Etat (ENTPE) Prancis beralkhir. Keempat mahasiswa peserta kegiatan : Mathis Corbin, Sébastien Miranda, Julliette Dousset, dan Florence Gaupin, akan kembali ke negeri Napoléon.
Monev dilakukan Prof. Lusi di kompleks Rusunawa bukan tanpa alasan. Dalam penyelenggaraan student exchange, Unila bertanggung jawab menyediakan _dormitory_ bagi mahasiswa selama di Bandar Lampung. Sementara itu, seluruh pembiayaan ditanggung ENTPE.
“Vous êtes contents habiter ici?” Prof Lusi yang juga alumni Prancis bertanya apakah para mahasiswa senang tinggal di Rusunawa.
“Oui, j’aime bien,” jawab Mathis menyatakan suka tinggal di Rusunawa.
Prof Lusi kemudian berbincang dengan para mahasiswa untuk mengetahui kegiatan yang sudah dilakukan pada semester genap 2025/2026.
Pelbagai kegiatan telah terselenggara dengan baik antara lain magang di Bappeda Provinsi Lampung, Dinas Pengairan Provinsi Lampung, dan Bappeida Kota Bandar Lampung serta aktivitas akademik di Unila.
“Kegiatan student Exchange juga menghasilkan out put bagi Unila seperti mahasiswa inbound, joint publication, sharing session, kelas Bahasa Prancis, dan pengabdian masyarat international,” tambah Dr. Arie Fitria penanggubg jawab program student exchange Unila – ENTPE.
Monev yang digelar dalam suasana santai tersebut ditutup dengan kehangatan dan gelak tawa setelah para mahasiswa menceritakan pengalaman barunya di Indonesia, yakni suka makan sate untuk Mathis dan Julliette, lalu pecel lele untuk Sébastien.
Adapun Florence gemar makan gorengan dengan cabai, sebuah keunikan gastronomi yang tidak akan pernah dia temukan di Prancis.
“Bon retour en France. Passez mon bonjour à vos parents,’ ujar Prof Lusi menutup monev dengan ucapan selamat jalan dan salam untuk orang tua.
Program student exchange antara Unila dan ENTPE merupakan salah satu capaian yang berhasil dikembangkan dari Kunjungan Kerja Rektor Unila dan Tim ke ENTPE pada tahun 2024 lalu. [Rilis]




