Unila Dorong Ketahanan Pangan Pesantren Melalui Pengabdian Masyarakat Aquaponik dan Ekoenzim

(Unila): Universitas Lampung (Unila) kembali menunjukkan komitmennya dalam mengimplementasikan tridarma perguruan tinggi melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Kerja Sama Regional. Kegiatan mengusung tema “Pendampingan dan Pemberdayaan Perempuan dalam Optimalisasi Pemanfaatan Ekoenzim untuk Kesuburan Tanaman Aquaponik dalam Rangka Ketahanan Pangan”, ini digelar pada Sabtu, 1 Agustus 2026, di SMK Swadhipa 2 Natar.

Kegiatan dibuka langsung oleh Rektor Unila Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., IPM., ASEAN Eng. Turut hadir mendampingi, Ketua LPPM Unila Dr. Maulana Mukhlis, S.Sos., M.IP., Koordinator Tim Kerja Kerja Sama Suratno, S.Pd., M.H., Wakil Ketua I DWP Unila Marini Habibullah Jimad, Wakil Ketua III DWP Unila Fiyanti Mala Ayi Ahadiat, beserta jajaran pengurus DWP Unila tingkat universitas dan fakultas, serta tim narasumber PkM Unila.

Dari pihak SMK Swadhipa 2 Natar, hadir Ketua Umum Yayasan Swadhipa Ety Rohyani, S.E., M.M., Pembina Yayasan Swadhipa Ir. Subgyono, para soko guru (pendiri Yayasan Swadhipa), serta para kepala sekolah di lingkungan Yayasan Swadhipa jenjang TK hingga SMA sederajat. Hadir pula Ketua Pondok Pesantren Raudhatul Jannah Swadhipa Purwadi, S.T., beserta para ustaz dan ustazah, para dewan guru Yayasan Swadhipa Natar.

Rektor Unila Prof. Lusmeilia dalam sambutannya menekankan beragam manfaat ekoenzim yang sangat praktis bagi kehidupan sehari-hari maupun bidang pertanian, mulai dari pembuatan pembersih rumah tangga hingga pupuk alami bagi tanaman. Fokus pengabdian kali ini difokuskan pada pemanfaatan ekoenzim sebagai pupuk organik yang ramah lingkungan pada sistem aquaponik serta peningkatan ekonomi keluarga.

Menurut Prof. Lusmeilia, ekoenzim bisa digunakan untuk berbagai hal, seperti buat sabun atau pembersih lantai. Namun yang dipraktikkan hari ini adalah untuk pupuk tanaman pada sistem aquaponik.

“Jika menggunakan bahan kimia, ikannya bisa mati. Dengan ekoenzim, ikannya subur dan tanamannya juga subur. Budidaya ini sangat diminati masyarakat karena hasilnya bisa dijual untuk meningkatkan pendapatan keluarga. Dua minggu lagi tim akan datang untuk mengontrol perkembangannya,” ujar Prof. Lusmeilia.

Sementara itu, Ketua Umum Yayasan Swadhipa Ety Rohyani dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga dan apresiasi atas kehadiran Rektor Unila beserta tim pengabdian. Ia mengungkapkan, Yayasan Swadhipa yang sudah beroperasional sejak tahun 1980 kini membawahi berbagai jenjang pendidikan, mulai dari TK hingga SMA sederajat. Diharapkan kerja sama yang sebelumnya pernah terjalin antara SMA Swadhipa dan FKIP Unila pada tahun 2024 dapat diperluas.

“Kami sangat merasa terhormat atas kehadiran Bapak dan Ibu dari Universitas Lampung. Sebelumnya, pada tahun 2024, telah terjalin MoU antara SMA Swadhipa dan FKIP Unila. Kami berharap kerja sama ini dapat diperluas mencakup seluruh unit sekolah di bawah Yayasan Swadhipa dengan Unila,” ujar Ety Rohyani.

Pelatihan dan pendampingan ini berfokus pada pelatihan pemanfaatan ekoenzim sebagai pupuk organik yang ramah lingkungan dan aman bagi ekosistem aquaponik, penerapannya dalam sistem budidaya terpadu tanaman dan ikan yang bernilai ekonomis untuk meningkatkan pendapatan keluarga, dilanjutkan dengan pendampingan serta monitoring secara berkala setiap dua minggu untuk memantau perkembangan tanaman dan ikan, sekaligus menjadi sarana pemberdayaan kelompok perempuan, warga pesantren, dewan guru, dan DWP dalam mendukung kemandirian pangan secara berkelanjutan.

Melalui sinergi ini, Unila berharap program pendampingan dan potensi perluasan kerja sama ini dapat memberikan dampak positif serta berkelanjutan bagi kemajuan pendidikan dan kesejahteraan masyarakat. [Imam Gunawan]