

(Unila): Mahasiswi Universitas Lampung (Unila), Aura Destia Prasasti, kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih gelar Winner Duta Muda Cinta, Bangga, Paham Rupiah (CBP Rupiah) 2026 pada ajang CBP Rupiah Championship yang diselenggarakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Lampung. Penghargaan tersebut diraih pada malam Grand Final yang berlangsung di Novotel Hotel Lampung, Senin, 29 Juni 2026.
Kompetisi ini diikuti oleh 18 grand finalis yang terdiri atas lima Grand Finalis Duta Muda CBP Rupiah, lima Grand Finalis Duta Guru CBP Rupiah, lima Grand Finalis Konten Kreator CBP Rupiah, serta tiga Grand Finalis Lomba Dongeng. Seluruh peserta berasal dari berbagai kabupaten/kota di Provinsi Lampung.
Ajang Duta CBP Rupiah Championship 2026 dirancang untuk melahirkan agen edukasi yang mampu mengampanyekan nilai Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah kepada masyarakat. Oleh karena itu, proses seleksi tidak hanya menguji kemampuan akademik, tetapi juga keterampilan komunikasi, kreativitas, kepemimpinan, serta komitmen peserta dalam menghadirkan program yang memberikan dampak nyata.
Sebelum melaju ke babak grand final, Aura telah melewati serangkaian tahapan seleksi, mulai dari seleksi administrasi, pengumpulan video edukasi, pembekalan materi mengenai Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah, kebanksentralan, QRIS, PeKA, manners dan etika, kuis literasi keuangan, hingga tantangan pembuatan video edukasi sebagai salah satu komponen penilaian.
Dalam kompetisi tersebut, Aura mengusung program inovasi SIGER (Sinergi Generasi Rupiah) yang bertujuan meningkatkan pemahaman generasi muda terhadap implementasi nilai Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah melalui pendekatan edukasi yang lebih interaktif. Program tersebut menghadirkan Alat Peraga Edukatif (APE KIT) berupa Siger Card sebagai media belajar berbasis permainan kartu edukatif serta Teka Teki Rupiah (TTR) yang dikemas dalam bentuk kuis dan tantangan.
Inovasi tersebut dilatarbelakangi masih rendahnya pemahaman generasi muda mengenai pentingnya Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah, sementara metode edukasi yang selama ini digunakan cenderung bersifat konvensional.
“Saya ingin menghadirkan media pembelajaran yang lebih interaktif sehingga peserta tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga terlibat secara aktif dalam proses belajar. Dengan pendekatan belajar sambil bermain, diharapkan nilai Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah menjadi lebih mudah dipahami, diingat, dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Aura.
Ke depan, Aura berkomitmen mengembangkan program SIGER melalui berbagai kegiatan sosialisasi di sekolah, perguruan tinggi, dan masyarakat agar edukasi mengenai Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah dapat menjangkau lebih banyak kalangan dan membawa keberdampakan yang luas.
“Saya berharap program SIGER dapat terus berkembang sebagai media edukasi yang berkelanjutan sehingga semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah. Dengan demikian, kesadaran masyarakat untuk menjaga Rupiah sebagai identitas bangsa, simbol kedaulatan negara, dan alat pemersatu bangsa dapat semakin meningkat,” tuturnya.
Di akhir, Aura juga mengajak mahasiswa Unila untuk terus berani mengembangkan potensi dan memanfaatkan setiap kesempatan berprestasi. Prestasi ini diharapkan dapat menjadi pemantik semangat mahasiswa Unila untuk terus menggali potensi, dan mengharumkan nama almamater di kancah nasional bahkan internasional [Magang_Nurma Safira]




