



(Unila): Dosen Fakultas Hukum (FH) Universitas Lampung (Unila) Dr. Yulia Kusuma Wardani, S.H., LL.M., menjadi narasumber dalam kegiatan Pengabdian pada Masyarakat Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Negeri (BKS PTN) Wilayah Barat Tahun 2026 yang mengusung tema “Beautiful Pangandaran: Sustainable Tourism”, pada Minggu, 23 Agustus 2026, di Pendopo Kantor Bupati Kabupaten Pangandaran.
Keterlibatan Dr. Yulia dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya perguruan tinggi mengimplementasikan ilmu pengetahuan melalui pengabdian yang menjawab kebutuhan masyarakat. Melalui perspektif hukum, ia mendorong masyarakat untuk memahami bahwa kepatuhan terhadap aturan turut menentukan kualitas pelayanan, keamanan, dan keberlanjutan destinasi wisata.
Dalam pemaparannya, Dr. Yulia mengangkat materi bertajuk “Masa Depan Wisata Pangandaran Ditentukan oleh Hukum, Dijaga oleh Pemuda”. Materi tersebut mengajak masyarakat melihat pengembangan pariwisata tidak hanya dari sisi keindahan destinasi, tetapi juga dari kualitas pengalaman wisatawan dan kesiapan masyarakat dalam menjaga lingkungan serta aktivitas usaha.
Menurutnya, wisatawan membutuhkan pengalaman yang utuh selama berada di destinasi. Kebersihan lingkungan, keamanan fasilitas wisata, keterbukaan tarif, serta keramahan masyarakat menjadi bagian yang dapat membangun rasa aman dan nyaman sekaligus mendorong wisatawan untuk kembali berkunjung. “Kepatuhan bukan hanya kewajiban hukum, tetapi strategi menjaga rezeki dan reputasi usaha,” ujarnya.
Pesan tersebut disampaikan untuk mendorong masyarakat dan pelaku usaha melihat aturan sebagai bagian dari upaya menjaga keberlangsungan pariwisata. Penerapan tarif yang transparan, penggunaan fasilitas wisata yang aman, kebersihan area usaha, serta ketertiban kawasan dapat meningkatkan kepercayaan wisatawan sekaligus menjaga reputasi pelaku usaha dan destinasi secara keseluruhan.
Dr. Yulia juga mengajak masyarakat untuk tidak menormalisasi berbagai pelanggaran yang terlihat sederhana, seperti sampah yang dibiarkan, tarif yang tidak wajar, maupun penggunaan fasilitas wisata yang tidak memenuhi aspek keselamatan. Menurutnya, persoalan tersebut jika terus dibiarkan dapat memengaruhi citra destinasi dan berdampak pada keberlangsungan ekonomi masyarakat.
Penguatan kesadaran hukum tersebut kemudian diarahkan pada keterlibatan generasi muda. Dr. Yulia menilai pemuda memiliki posisi strategis karena berinteraksi langsung dengan lingkungan masyarakat sekaligus memiliki potensi besar dalam mengembangkan promosi pariwisata melalui media digital.
“Pemuda tidak cukup hanya menjadi penonton atau pekerja pendukung. Mereka perlu diberi ruang untuk mengelola, mempromosikan, dan menjaga destinasi,” tuturnya.
Melalui peran tersebut, pemuda dapat terlibat dalam pengelolaan destinasi berbasis komunitas, promosi digital potensi desa, pelayanan informasi wisatawan, serta gerakan menjaga kebersihan lingkungan. Keterlibatan ini dapat diperkuat melalui Karang Taruna maupun kelompok sadar wisata (Pokdarwis) sebagai wadah masyarakat dalam mengembangkan potensi pariwisata.
Pendekatan tersebut sejalan dengan semangat pengabdian yang tidak hanya menempatkan masyarakat sebagai penerima pengetahuan, tetapi juga sebagai bagian dari proses pengembangan solusi. Perguruan tinggi hadir untuk berbagi perspektif akademik sekaligus mendengarkan kebutuhan dan kondisi yang berkembang di tengah masyarakat.
Selain Dr. Yulia, kegiatan pengabdian turut menghadirkan tiga pemateri lainnya, yakni Yeni Januarsi, S.R., Akt., M.Sc., CA., Ph.D. dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Dr. Putra Halomoan Hsb., M.H. dari UIN Syahada Padangsidimpuan, dan Wildan Dwi Dermawan, S.E., M.Ak., Ak., CA. dari Universitas Siliwangi.
Kehadiran dosen Unila dalam Pengabdian pada Masyarakat BKS PTN Wilayah Barat Tahun 2026 menjadi bagian dari kontribusi Unila dalam memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat melalui penerapan ilmu yang relevan dengan kebutuhan daerah.
Melalui penguatan kesadaran hukum dan pemberdayaan pemuda, pengabdian tersebut diharapkan dapat mendukung masyarakat Pangandaran dalam menjaga kualitas destinasi, meningkatkan kenyamanan wisatawan, serta mengembangkan pariwisata yang memberikan manfaat ekonomi dan sosial secara berkelanjutan. [Magang_Yuki Haniyah Azzahra]




