(Unila): Rektor Universitas Lampung (Unila) Prof. Hasriadi Mat Akin imami salat isya di Masjid Al Wasi’i Bandarlampung, Minggu (5/5/2019) malam. Usai pimpin salat berjamaah, Rektor menyampaikan tausiah jelang tarawih perdana awal Ramadan 1440 Hijriah.

Prof. Hasriadi menyampaikan, di bulan Ramadan amal-amal ibadah akan dilipatgandakan. Namun berpuasa tak hanya menahan lapar, dahaga, dan nafsu semata. Pada hakikatnya puasa menahan semua yang tidak diperbolehkan.

Hal itu merupakan cerminan ketakwaan seorang muslim. Yakni menjalankan semua yang dicontohkan umat terdahulu dan menjauhi segala larangannya.

Ibadah akan melatih kesolehan individu yang melahirkan integritas dan kejujuran. Selain itu, seorang muslim harus menjalin hubungan habluminannas dan habluminallah yang seimbang.

Dengan berpuasa, tidak ada perbedaan antara yang kaya dan miskin. Semua ikut merasakan lapar dahaga. “Melalui puasa ini, mari kita manfaatkan betul. Kita bangun kesolehan secara individu dan sosial. Harus seimbang antara habluminannas dan habluminallah,” pungkasnya.

Mantan Warek I Unila ini menambahkan, sepuluh hari pertama di bulan Ramadan adalah rahmat. Pada sepuluh hari itu banyak sekali rahmat Allah yang diturunkan. Oleh karena itu sebaiknya setiap umat banyak berdoa dan beribadah kepada Allah agar selalu dalam rahmat-Nya.

Pada sepuluh hari kedua, banyak sekali dosa yang diampunkan bila seseorang bertaubat. Maka hendaklah perbanyak salat malam, berdoa, berdzikir, serta muhasabah.

Dan sepuluh hari terakhir di bulan Ramadan adalah penghindaran diri dari siksa neraka. Di sepuluh hari terakhir inilah kesempatan menyucikan diri dengan memperbanyak doa agar senantiasa dihindarkan dari api neraka.

“Saya berharap jamaah salat tarawih di masjid Al Wasi’i Universitas Lampung ini semakin lama semakin bertambah,” tutupnya.[Penda/Inay_Humas]