Universitas Lampung Jalin Kerja Sama Dengan Sesko TNI

22496437_345293992597489_503297360018271468_o
22499263_345293882597500_5510885851310373594_o
22520244_345293662597522_6427218780838037162_o
22528902_345294039264151_1703656513813888283_o

 
Penandatanganan Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja sama Universitas Lampung dan Sesko TNI

(Unila): Rektor Universitas Lampung Prof. Dr. Hasriadi Mat Akin, M.P., dan Brigadir Jenderal TNI Didied Pramudito, S.E., melakukan Penandatanganan Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja sama antara Universitas Lampung dan Sekolah Staf dan Komando (Sesko) TNI pada Rabu (18/10/2017) di Ruang Sidang Lantai II Gedung Rektorat.

MoU antara Unila dan Sesko TNI dihadiri oleh para direktur kerja sama akademik Sesko TNI beserta jajaran, wakil rektor, para wakil dekan, direktur pascasarjana, ketua lembaga, kepala biro di lingkungan Unila.

Unila menjalankan 103 program studi dari S1, S2, dan S3 yang terdapat di delapan fakultas dan satu program pascasarjana. Jumlah mahasiswa Unila saat ini lebih dari 31 ribu yang sedang belajar di Unila, jumlah dosen kurang lebih 1.200 yang saat ini dosen yang sudah bergelar doktor sebanyak kurang lebih 450 dosen, guru besar kurang lebih 70 dosen. Hal ini merupakan sebuah kekuatan Unila.

Didiet mengatakan, Sesko TNI bertugas dalam penyelenggaraan pendidikan pengembangan umum tertinggi di lingkungan TNI, jadi yang bersekolah di Sesko TNI pangkatnya kolonel, dari angkatan darat, angkatan laut, angkatan udara, dan ada perwakilan dari polisi sebanyak 5 orang, sebanyak 5 orang dari Arab Saudi, India, Singapura, Pakistan, Australia di mana jika lulus dalam Sesko TNI, mereka eligible untuk menjadi perguruan tinggi.

Oleh karena itu, untuk meningkatkan sumber daya manusia yang visioner dan profesional di bidang pertahanan, Sesko TNI mengadakan kerja sama dengan Unila, atas dasar kerja sama ini diharapkan nantinya menjadi acuan dalam penyelenggaraan operasional pendidikan sehingga memberikan manfaat bagi mantan siswa Sesko TNI yang sudah melakukan pendidikan.

Pada kesempatan ini, para siswa yang berkeinginan mengajukan pendidikan pascasarjana di Unila dapat diakomodasi serta mata kuliah pada TNI dapat dikonversi ke dalam program studi di pascasarjana Unila. Sesko TNI mengharapkan, dapat mendukung dalam ilmu pengetahuan dan teknologi terkini yang berperan aktif dalam mempersiapkan para pemimpin di masa yang mendatang.

Menyambung hal tersebut Hasriadi mengatakan, Unila mempunyai berbagai pusat kajian yang bisa dimanfaatkan untuk kerja sama, hal ini merupakan suatu pusat riset yang dilakukan. Sejak tahun 2016, Unila membangun dan merubah sistemnya dari teaching university menjadi riset university di mana perguruan tinggi menempatkan riset dengan pembelajaran seperti dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan.

Jadi riset memperkaya pembelajaran dan pembelajaran akan memberikan wawasan yang akan diteliti. Dengan hal tersebut, Unila dapat berkontribusi membangun negara dari segala bidang, baik SDM yang berkualitas dan menyediakan hasil-hasil riset yang digunakan untuk memecahkan permasalahan yang ada di negara.

Itu merupakan modal utama Unila, di mana kerja sama ini dapat bersinergi saling membantu dan kedua kelembagaan Unila dan TNI semakin lebih harmonis dalam tugas yang sama untuk membangun nusa dan bangsa.[Dwi_Humas]