Unila Undang Stakeholder Jaring Aspirasi RPJP 2020-2045

47029836_558737807919772_3466394282703716352_o
47092731_558737914586428_8256490098690883584_o
47161767_558738251253061_211930672980295680_o
47164004_558737907919762_7236437414590283776_o
47178803_558738071253079_6290478031651733504_o

FASE perkembangan dunia saat ini tengah memasuki era revolusi industri dunia keempat di mana kecerdasan buatan mengambil peran penting dalam kehidupan masyarakat.

Guna menyikapi perubahan tersebut, Universitas Lampung (Unila) merespons dengan melakukan peninjauan dan revisi Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) untuk periode terbaru 2020-2045.

Unila melalui tim perumus telah mengusulkan konsep, ke depan harus mengambil peran nyata baik tingkat lokal, nasional, maupun internasional dalam rangka mewujudkan visi Indonesia emas 2045.

Terkait hal itu, Unila mengundang para stakeholder untuk memberi masukan, ide, gagasan, maupun uraian kerja sama, agar RPJP 26 tahun dapat tercapai. Jaring aspirasi itu diselenggarakan di Ballroom Novotel, Kamis (29/11/2018).

Agenda dimulai dengan pembukaan oleh Rektor Unila Prof. Hasriadi Mat Akin. Dilanjutkan pemaparan RPJP Unila 2020-2045 yang disampaikan oleh Kepala UPT PKLI Prof. Cipta Ginting, dilanjutkan penyampaian masukan dari stakeholder eksternal.

Saat membuka kegiatan Hasriadi mengatakan, Unila telah meraih berbagai capaian yang tertuang pada RPJP Unila periode 2005-2020. Oleh karena itu, Unila kembali menyusun RPJP 2020-2045 agar pencapaian Unila semakin melesat, salah satunya melalui ide dan gagasan yang disampaikan oleh para stakeholder yang hadir demi memajukan pendidikan dan pengabdian bagi Unila dan Provinsi Lampung.

Dari sejumlah usulan, salah satunya disampaikan oleh Dr. Farida Ariyani, M.Pd., tentang pengadaan laboratorium bahasa dan budaya Lampung. Masukan itu ia sampaikan atas dasar pentingnya melestarikan bahasa dan budaya Lampung, baik pepadun maupun saibatin. Farida berharap, Unila dapat menyisipkan kekayaan budaya Lampung pada setiap kegiatan-kegiatan besar yang digelar.

Lebih jauh ia mengusulkan agar Unila memiliki tanggal khusus, yakni tanggal 14 setiap bulannya untuk menggelar kegiatan bagi mahasiswa bernuansa Lampung, yakni begawi. Hal ini bertujuan untuk mengenalkan budaya sekaligus membuat mahasiswa betah di kampus.

Jaring aspirasi eksternal ini dihadiri berbagai pihak mulai dari perwakilan kepala daerah, polda, danrem, tokoh masyarakat, hingga perusahaan-perusahaan mitra Universitas Lampung.[Caca/Inay_Humas]