(Unila): Universitas Lampung (Unila) turut mendukung penertiban dan penegakan hukum bagi organisasi radikal dan anti-Pancasila sebagaimana tujuan penyelenggaraan program Quick Wins Kegiatan I Polda Lampung tahun 2020.

Universitas Lampung mendelegasikan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Prof. Dr. Yulianto, M.S., untuk hadir pada diskusi terbatas bersama 32 instansi seperti perguruan tinggi, dinas pendidikan, dan sekolah. Forum dibangun untuk membahas program Quick Wins Polda Lampung 2020 yang digelar di Meeting Room, Hotel Bukit Randu, Bandarlampung, Rabu (12/2/2020).

Kasubdit Bintibsos Ditbinmas Polda Lampung AKBP M. Yamil, S.Ag., M.H., dalam sambutannya menyampaikan, program Quick Wins sudah diselenggarakan mulai 2015 sampai dengan 2019. Program sudah berjalan selama lima tahun.

Pada tahun ini, program akan terus dilanjutkan berdasarkan hasil evaluasi dan analisis dari gerakan-gerakan radikal yang diindikasikan masih terus bermunculan. Oleh karena itu saran dan masukan diperlukan untuk menekan gerakan radikal dan antipancasila itu.

“Kami ingin mendapat masukan untuk menanggulangi paham radikal agar tidak berkembang di Indonesia dan di Provinsi Lampung khususnya. Setidaknya upaya ini mengurangi perkembangan paham radikal dan antipancasila,” pungkas Yamil.

Sebelumnya, focus group discussion (FGD) serupa juga sudah dilaksanakan di kalangan pelajar, mahasiswa, dan organisasi wanita. Yamil berharap, upaya-upaya yang dilakukan Polda Lampung dan jajaran dapat mempersempit gerakan atau mencengah berkembangnya paham radikal dan antipancasila.

Pada kesempatan yang sama, Prof. Yulianto menyatakan dukungannya untuk memerangi paham radikal dan antipancasila sehingga tidak berkembang di lingkungan perguruan tinggi.

“Unila dalam mempersempit itu, salah satunya dengan tidak membolehkan dosen yang bukan bidangnya memberikan kuliah agama. Jadi yang memberikan kuliah agama harus yang memang bidangnya,” urainya. [Humas/Penda]

Bagikan konten ini :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •