(Unila): Universitas Lampung (Unila) mendapat kehormatan sebagai tempat berlangsungnya penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Unila, Institut Teknologi Sumatra (Itera), dan Politeknik Negeri Lampung (Polinela).

Penandatanganan PKS itu difokuskan pada bidang pengembangan kawasan di tiga konsorsium yang dilibatkan oleh Asian Development Bank (ADB). Kegiatan dilaksanakan di ruang sidang utama, Rektorat Unila, lantai II, Selasa (08/01/2019) siang.

Rektor Universitas Lampung Prof. Hasriadi Mat Akin mengungkapkan, tim dari Bank Pembangunan Asia beberapa waktu lalu melakukan lawatan ke Lampung.

Kedatangan mereka di antaranya untuk menyampaikan mandat sebagaimana komunikasi yang dilakukan sebelumnya dengan Unila, Itera, dan Polinela, yakni membangun satu kesatuan proyek pengembangan tiga perguruan tinggi sekaligus meningkatkan potensi daerah.

Masing-masing perguruan tinggi akan membuat tim untuk mendiskusikan rencana tersebut. Riset akan dimulai dari hulu hingga hilir. Sebagai contoh, Unila kini fokus kepada bidang Agromedicine dan penyakit tropis yang terdapat di daerah agroindustri.

“Untuk hilirnya agroindustri, Itera yang paling tepat karena bergerak di bidang teknologi, sedangkan Polinela bisa berkontribusi pada proses eksekusi di lapangan karena memang fokusnya pada bidang vokasi,” papar Hasriadi.

Rektor Itera Prof. Ofyar Z. Tamin menambahkan, penandatanganan kerja sama ini untuk mengawali proyek tiga konsorsium yang dilibatkan oleh pihak ADB. Harapannya, tersedia sarana koordinasi sehingga tidak akan terjadi tumpang tindih satu sama lain.

“Kerja sama menjamin agar tidak saling overlap sehingga energi tidak terbuang percuma, apa yang dihasilkan oleh Unila akan menjadi input utama bagi Itera, begitu pula Polinela ke Itera. Mari kita sama sama bersinergi,” pungkasnya.

Hal yang sama diungkapkan Direktur Polinela Dr. Ir. Sarono, M.Si. Menurutnya adanya kerja sama adalah untuk saling melengkapi. “Unila dan Itera fokus pada prosesnya, sedangkan Polinela kepada pengembangan produk.”[Riky/Inay_Humas]