Unila Tambah 1.000 Mangrove di Lamtim

DALAM rangka meningkatkan biodiversitas mangrove, Universitas Lampung melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), menambah 1.000 tanaman bakau di Mangrove Center, di Desa Margasari, Kecamatan Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur, Kamis (27/7/2017).

Mengusung tema “Peningkatan Biodiversitas Mangrove Desa Margasari Dalam Menunjang Mangrove Ecotourism Melalui Penanaman Bakau”, kegiatan penanaman tersebut dihadiri Rektor Unila Prof. Hasriadi Mat Akin, Ketua LPPM Warsono, UPT PKLI Prof. Cipta Ginting, mantan Rektor Unila Prof. Muhajir Utomo, para dosen, para dekan, mahasiswa, forkopimkab Lamtim, dan salah satu periset dari Jepang Prof. Yoshi Yamazaki.

Dalam sambutannya Hasriadi mengatakan, dengan terakreditasi A Unila di level nasional, kini Kampus Hijau tengah menargetkan untuk go internasional, salah satunya dengan mengembangkan program peningkatan ekosistem tanaman bakau di Mangrove Center, Lampung Timur.

Menurutnya untuk bisa menginternasionalkan Unila tidak mesti ke luar negeri, namun bagaimana perguruan tinggi negeri ini mampu menginisiasi sebuah kajian yang bisa dikaji secara internasional. Dengan datangnya salah satu periset mangrove dari Jepang, kata dia, merupakan salah satu wujud output program biodiversitas mangrove ini.

“Kita berharap dunia bisa mengenal bahwa jika ingin kajian hutan mangrove itu adanya di Lampung, khususnya Lampung Timur. Dari sana akan ke luar riset-riset berskala internasional yang akan memenuhi database hutan mangrove dunia. Hal itu secara tak langsung akan menghidupkan Unila secara internasional,” ujarnya.

Hasriadi menambahkan, hutan mangrove sangat atraktif untuk dipelajari karena sejak dikelola secara intensif antara Unila, pemkab Lamtim, dan penduduk setempat, terjadi pertambahan luas mangrove setiap tahunnya. Terbukti dari luas lahan mangrove yang semula sekitar 700 hektare, kini sudah di atas 800 hektare. Dan itu merupakan sebuah prestasi dalam membangun dan mengelola mangrove.

“Saya berharap hutan mangrove ini dapat terus berkembang menjadi destinasi wisata yang memiliki nilai jual bagi turis dalam dan luar negeri.”

Bupati Lampung Timur yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, Pembangunan Dr. Ir. David Ariswandi
mengucapkan terima kasih atas upaya Universitas Lampung turut mengembangkan hutan mangrove Lamtim. “Tak hanya sebagai penyangga lingkungan, namun keberadaan mangrove center ini mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar,” kata dia.[Inay_Humas]