(Unila): Universitas Lampung (Unila) selenggarakan Sharing Session Peluang Studi dan Riset di Jerman yang dilaksanakan, pada Senin, 4 Mei 2026, di Ruang Sidang Utama lantai dua Rektorat.
Kegiatan dibuka Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Eng. Suripto Dwi Yuwono, S.Si., M.T., dan dihadiri Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi Prof. Dr. Ayi Ahadiat, S.E., M.B.A., Dekan, Direktur Program Pascasarjana, Kepala Lembaga, serta Kepala Unit Bagian.
Turut hadir Dr. Guido Schnieders (Director of DAAD) dan Prof. Tatas H.P Brutosudormo (Euraxess Worlwide Representative for ASEAN) sebagai narasumber utama yang berbagi wawasan terkait studi lanjut dan riset di Jerman.
Prof. Suripto dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan kegiatan sharing session.
“Pada kesempatan istimewa ini, saya ingin menyampaikan Universitas Lampung sangat terbuka untuk menjalin kolaborasi dengan seluruh institusi yang berpartisipasi,” ujar Prof. Suripto.
Dr. Guido Schnieders mengungkapkan, Jerman merupakan destinasi riset yang sangat kompetitif bagi akademisi Indonesia, terutama karena sistem pendidikannya yang tidak memandang edukasi sebagai komoditas komersial.
Dengan dukungan penuh dari pemerintah Jerman, universitas publik di sana menawarkan biaya kuliah gratis serta keunggulan riset di bidang teknik dan pembangunan berkelanjutan.
“For us, higher education is not a business, but an obligation by the state (Bagi kami, pendidikan tinggi bukanlah sebuah bisnis, melainkan kewajiban negara),” tegasnya.
Selain beasiswa individu, DAAD mendorong kolaborasi institusional melalui pendanaan proyek yang memungkinkan terjadinya mobilitas mahasiswa dan dosen antarnegara.
“For most of the programs, application deadline is in October, so there is time to gather information and get into contact with our scholarship officers (Untuk sebagian besar program, tenggat waktu aplikasi adalah bulan Oktober, jadi masih ada waktu untuk mengumpulkan informasi dan menghubungi petugas beasiswa kami),” tambahnya.
Pertemuan ini mempertegas komitmen Unila dalam memperluas jejaring global, mengingat rekam jejak kolaborasi dengan akademisi Jerman yang telah terjalin baik selama ini.
Dengan antusiasme dari berbagai kolaborasi dalam diskusi ini diharapkan menjadi pemantik bagi proyek riset kolaboratif yang lebih ambisius di masa depan khususnya di lingkup Unila. [Magang_Nurma Safira/Asnia Sundari]



