Unila-Pertamina Tandatangani MoU

(Unila): Rektor Universitas Lampung Prof. Dr. Ir. Hasriadi Mat Akin, M.P., hadiri peresmian dan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Universitas Lampung dan Pertamina Hulu Energy, di Auditorium A.2.1 Dekanat Fakultas Teknik, Sabtu (1/12/2018).

Dekan Fakultas Teknik Unila Prof. Dr. Suharno, M.Sc., Ph.D., menyampaikan, generasi saat ini berhubungan langsung dengan teknologi. Untuk itu generasi muda harus berpikir kreatif dan inovatif.

Ia menjelaskan, di fakultas teknik Unila terdapat 14 program studi (prodi) yang terdiri dari program diploma, sarjana, dan pascasarjana. Beberapa prodi yang berhubungan langsung dengan pertamina di antaranya geofisika, mesin, dan arsitektur. “Kami berharap pemateri dapat menggugah semangat anak muda melalui MoU antara Universitas Lampung dan pertamina ini”.

Direktur Pengembangan Pertamina Hulu Energy Arif Saidudin mengatakan, penandatanganan MoU kerja sama kedua belah pihak merupakan komitmen dan perhatian Pertamina terhadap dunia pendidikan.

Menurutnya, simbiosis mutualisme antara industri dan pendidikan sangat dibutuhkan untuk kemajuan bangsa, siapa lagi yang akan memikirkan kemajuan pendidikan kalau bukan industri, karena industri juga akan mendapatkan SDM dari dunia pendidikan. “Artinya kita sama-sama bersinergi untuk memajukan bangsa,” ujarnya.

Rektor Universitas Lampung Prof. Dr. Ir. Hasriadi Mat Akin, M.P., pada sambutannya mengungkapkan, kerja sama sama dengan pihak eksternal baik dalam maupun luar negeri merupakan salah satu misi Unila atas dasar mengikuti perkembangan.

Di berbagai kesempatan Hasriadi selalu mengingatkan bahwa generasi muda kini berada pada industri 4.0 yang ditandai dengan loncatan sangat signifikan. Oleh sebab itu di sektor apapun jika tidak bisa mengikuti perubahan dia akan tertinggal.

Katanya lagi, pada tahun 2025 banyak pekerjaan konvensional yang akan hilang dan mulai terasa saat ini seperti misalnya akses ke jalan tol yang sudah memanfaatkan sarana elektronik.

Ke depan, lanjutnya, Perguruan Tinggi jika tidak mau berubah mungkin akan kalah dengan kuliah berbasis pembelajaran online. “Begitu pula dengan Unila, jika tidak mengembangkan kerja sama maka akan tertinggal,” pungkasnya.[Penda/Inay_Humas]