(Unila): Universitas Lampung (Unila) akan mempercepat proses pembukaan lembaga kursus Bahasa Mandarin. Unila bekerja sama dengan Paguyuban Sosial Masyarakat Tionghoa Indonesia (PSMTI) Lampung akan mendatangkan staf pengajar langsung dari Tiongkok untuk merealisasikan hal tersebut.

Rencana pembukaan kursus Bahasa Mandarin itu mengemuka saat Wakil Rektor Bidang PK-TIK Unila Prof. Suharso menerima audiensi PSMTI Lampung. Pertemuan tersebut berlangsung di ruang kerja warek bidang PK-TIK, Jumat (10/1/2020).

Turut hadir pada forum itu Dekan FKIP Unila Prof. Dr. Patuan Raja, M.Pd., Kepala Balai Bahasa Unila Dr. Muhammad Sukirlan, S.Pd., M.A., serta Ketua Badan Koordinator Pendidikan Bahasa Mandarin Lampung Steven Cheng.

MoU harus cepat diimplementasikan di kampus Unila. Penguasaan Bahasa Mandarin merupakan bagian penting dari softskill yang harus dikuasai mahasiswa Lampung dalam menghadapi tantangan globalisasi,” ujar Suharso.

Mantan Dekan FMIPA Unila ini menambahkan, pertemuan ini merupakan tindak lanjut Unila merintis program pendidikan Bahasa Mandarin. Untuk menyukseskan hal tersebut, Unila siap mengirimkan dosennya kursus ke Tiongkok. Sebaliknya Unila juga siap mendatangkan staf pengajar langsung dari Tiongkok.

Pada kesempatan itu pula Steven Cheng menyambut baik langkah Unila. Pihaknya siap memberikan yang terbaik guna mewujudkan program kursus pendidikan Bahasa Mandarin. “Kita ingin membawa yang terbaik dari Tiongkok untuk masuk ke Indonesia, khususnya ke Unila,” kata dia.

Ditambahkannya, pembukaan kursus Bahasa Mandarin juga merupakan langkah strategis untuk memperkenalkan Unila ke Tiongkok. Terlebih, Negeri Tirai Bambu tersebut tengah membuka peluang kesempatan kerja sama dengan Provinsi Lampung.

Unila merupakan kebanggaan masyarakat Lampung yang harus kita perkenalkan ke dunia internasional, tidak terkecuali ke Tiongkok. Ia berharap, dengan dibukanya lembaga kursus Bahasa Mandarin sumber daya manusia di Lampung bisa belajar bahasa internasional kedua setelah Bahasa Inggris.[Humas]