USAI melaksanakan workshop “Penguatan Sistem Inovasi Untuk Mendorong Daya Saing Daerah, Universitas Lampung dan pemerintah Lampung Tengah tandatangani Momerandum of Understanding (MoU) pengembangan riset cassava di hari yang sama. Kegiatan berlangsung di ruang sidang lantai 2 Rektorat Unila, Selasa (19/02/2019).

Rektor Universitas Lampung Prof. Hasriadi Mat Akin saat sambutan mengatakan, Unila selaku perguruan tinggi yang mendapat mandat melaksanakan pengolahan riset mandiri tengah fokus mengembangkan riset dan inovasi cassava.

Hasriadi menegaskan, kerja sama riset pada bidang itu sangat strategis terhadap Provinsi Lampung sebagai penghasil cassava terbanyak di Indonesia.

“Selain melaksanakan riset pada berbagai bidang, Unila menetapkan diri sebagai pusat pengembangan riset cassava sekaligus berbagai permasalahan terkait,” ujarnya.

Senada dengan Rektor, Bupati Lampung Tengah Loekman Djoyosoemarto menerangkan, Lampung Tengah adalah kabupaten dengan dominasi penduduk yang berprofesi sebagai petani. Adapun cassava merupakan tanaman yang paling banyak diproduksi mayoritas petani di Lampung Tengah.

Sebagai narasumber pada workshop “Inovasi Berbasis Keunggulan Daerah” Loekman juga menyampaikan potensi produksi cassava yang besar menjadi salah satu potensi pengembangan Sistem Inovasi Daerah (SIDa) di kabupaten setempat.

Produktivitas terus ditingkatkan dan dipertahankan keberlanjutannya. Selain menjaga kualitas produksi tapioka, pemerintah Lampung Tengah terus berupaya meningkatkan daya saing dengan produk luar negeri.[Riky/Inay_Humas]