Unila Laksanakan Evaluasi Lapangan Usulan Pembukaan PSPPA FK

0
21

(Unila): Universitas Lampung (Unila) menggelar kegiatan Evaluasi Lapangan Usulan Pembukaan Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker (PSPPA) Jurusan Farmasi Fakultas Kedokteran pada Selasa, 7 April 2026. Kegiatan ini berlangsung di Dekanat Fakultas Kedokteran lantai dua.

Kegiatan dihadiri Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., IPM., ASEAN Eng., selaku Rektor Unila, Prof. Dr. Eng. Suripto Dwi Yuwono, S.Si., M.T., selaku Wakil Rektor I Bidang Akademik, Prof. Dr. dr. Asep Sukohar, S.Ked., M.Kes., selaku Ketua Senat Fakultas Kedokteran, serta turut hadir Lingga Kresna Adiputra, S.Kom., dan Abdul Rosid, M.Kom., selaku Direktorat Kelembagaan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Alwi S.E., M.Si., dan Catur Nugroho, M.I.Kom., Evaluator dari LLDIKTI Wilayah II, Dekan dan para wakil Dekan, Kepala Bagian, dan Ketua Jurusan Farmasi Fakultas Kedokteran Unila.

Prof. Lusmeilia dalam sambutannya menegaskan, pengembangan program studi profesi merupakan langkah strategis dalam menyiapkan tenaga kefarmasian yang kompeten dan profesional.

“Universitas Lampung senantiasa berupaya menjaga relevansi pendidikan tinggi dengan kebutuhan nyata di masyarakat. Salah satu langkah yang kami tempuh adalah melalui pengusulan Program Studi Profesi Apoteker sebagai bagian dari komitmen kami dalam menyiapkan tenaga kefarmasian yang kompeten, profesional, dan siap berkontribusi bagi ketahanan kesehatan,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada tim evaluator dari Kemendiktisainstek dalam pelaksanaan asesmen lapangan ini.

“Kami menyambut baik setiap proses evaluasi, baik pemeriksaan fisik maupun dokumen, serta sangat terbuka terhadap masukan dan arahan yang diberikan sebagai bagian dari upaya kami untuk memastikan PSPPA Unila dapat berjalan dengan baik, tidak hanya secara administratif, tetapi juga secara kualitas dan kebermanfaatan,” lanjutnya.

Sementara itu, Lingga Kresna dalam sambutannya, menekankan optimalisasi proses evaluasi meskipun dalam keterbatasan waktu. “Mudah mudahan dengan keterbatasan waktu yang ada, kita bisa melakukanya dengan maksimal,” ujarnya.

Ia menambahkan, saat ini terdapat permasalahan dalam dunia pendidikan kefarmasian, di mana calon apoteker masih menghadapi kendala dalam menempuh pendidikan profesi, sementara kebutuhan tenaga apoteker di dunia industri terus meningkat.

Oleh karena itu, kehadiran tim evaluator bertujuan untuk melakukan penilaian terhadap kesiapan Unila sebagai upaya kolaboratif dalam menentukan kelayakan pembukaan program studi tersebut.

Lebih lanjut, ia menyampaikan proses evaluasi akan difokuskan pada tiga aspek utama, yaitu kurikulum, pengecekkan sumber daya manusia, serta Unit Pengelola Program Studi (UPPS) yang mencakup tata kelola, standar penjaminan mutu, dan sarana prasarana.

Kegiatan evaluasi lapangan ini, diharapkan dapat berjalan dengan lancar serta memberikan hasil yang optimal dalam menilai kesiapan pembukaan Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker. [Magang_Rina]