(Unila): Rektor Universitas Lampung (Unila) Prof. Hasriadi Mat Akin menandatangani naskah perjanjian kerja sama (PKS) antara Unila dan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) di FEB Lounge Gedung Entrepreneur Development Center (EDC), Jumat (27/9/2019).

Ketua KPPU Kurnia Thoha, S.H., L.L.M., Ph.D., saat sambutan mengatakan, pentingnya peran akademisi pada perkembangan dunia usaha mengawali kerja sama yang dibangun. Kajian mengenai pasar tidak dapat dilakukan sendiri melainkan harus bekerja sama lintas disiplin seperti dengan fakultas ekonomi bisnis, fakultas hukum, fakultas pertanian, juga perguruan tinggi lain sebagai referensi.

Kurnia mengungkapkan, KPPU beberapa kali telah menyelenggarakan seminar dan riset pasar dengan menghadirkan pemateri di basic bidang tertentu. KPPU dengan terselenggaranya kerja sama ini memberi tantangan kepada Unila agar dapat berkontribusi sebagai pembicara pada segmen-segmen yang akan digagas KPPU.

“Isu persaingan pasar di dunia semakin mencuat. Semakin maju suatu negara maka persaingan pasar semakin gencar. Saya memberikan tantangan kepada Unila ikut serta dalam riset pasar yang diselenggarakan KPPU,” ajaknya.

Prof. Hasriadi menyampaikan, saat ini Indonesia tengah berupaya menghasilkan lulusan berjiwa entrepreneur. Menukil pernyataan Kurnia Thoha, ia menyatakan kerja sama yang dibangun bertujuan meningkatkan kompetensi para lulusan sehingga mampu menekuni dan mempelajari persaingan pasar. Tidak hanya sisi ekonomi tetapi juga bidang hukumnya.

Peresmian Pojok Persaingan yang diselenggarakan bersamaan penandatanganan perjanjian Unila—KPPU ini juga turut mempersiapkan lulusan yang mampu berkompetensi dalam persaingan usaha.

“Internalisasi nilai-nilai dapat ditingkatkan melalui kerja sama yang kita bangun ini. Apalagi sebentar lagi akan ada kantor perwakilan KPPU Wilayah Lampung yang akan didirikan berdekatan dengan kampus,” imbuhnya.[Riky_Humas]