(Unila): Universitas Lampung (Unila) berkomitmen meningkatkan pengelolaan kampus hijau berkelanjutan. Salah satunya dengan menggelar workshop GreenMetric bertajuk “Universitas Lampung Menuju Tercapainya Sustainable University”, yang dihelat di ruang sidang lantai 2 Rektorat, Selasa (23/6/2020).

Unila menghadirkan Dr. Nyoman Suwartha, S.T., M.T., M.Agr., dari UI GreenMetric dalam penyelenggaraan workshop yang juga disiarkan secara daring melalui aplikasi Zoom ini.

Selain diikuti 30 dosen dan tenaga kependidikan dari fakultas di lingkungan Unila, workshop turut dihadiri Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Dr. dr. Asep Sukohar, M.Kes., dan Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja sama, dan TIK Prof. Suharso, Ph.D.

Ketua pelaksana kegiatan Dr. Henky Mayaguezz, S.Pi., M.T., mengatakan, kegiatan ini dilatarbelakangi keikutsertaan Unila dalam program yang digagas Universitas Indonesia (UI). Program bermaksud mendorong perguruan tinggi di dunia untuk berinovasi dan berupaya mengatasi perubahan iklim global.

Keikutsertaan Unila dalam program ini merupakan langkah dan komitmen Unila mewujudkan pengelolaan lingkungan kampus yang hijau dan berkelanjutan. Program GreenMetric UI diikuti seluruh kampus terkemuka di Indonesia dan berbagai negara di dunia. “Program ini juga melakukan pemeringkatan terhadap upaya setiap kampus mengelola lingkungannya,” ujarnya.

Workshop juga bertujuan memberikan gambaran dan kondisi terkini terkait kebijakan kampus hijau dengan beberapa kriteria. Antara lain penataan dan infrastruktur, energi dan perubahan iklim, pengelolaan limbah dan air, transportasi, serta pendidikan penelitian.

Selain itu mendorong warga kampus melatih penggunaan instrumen yang dipakai dalam penilaian GreenMetric, mengetahui data-data yang dibutuhkan dan template evident. Workshop yang juga diselenggarakan secara daring via Zoom ini pun dimaksudkan untuk merumuskan langkah dan strategi mencapai sustainable university melalui GreenMetric.

Dr. dr. Asep Sukohar, M.Kes., mewakili Rektor Unila mengatakan, Unila telah mengikuti program UI GreenMetric selama beberapa tahun. Universitas Lampung pada tahun 2019 berada pada peringkat ke-18 di antara kampus-kampus di Indonesia.

Ranking ini mengalami peningkatan dari posisi 20 pada tahun sebelumnya. Oleh karena itu Rektor dan jajaran pimpinan juga mengucapkan terima kasih atas kontribusi tim yang telah bekerja. Pada tahun 2020 ini pimpinan Unila berkomitmen memperbaiki lagi capaian implementasi pengelolaan kampus hijau berkelanjutan melalui program GreenMetric.

Akademisi Fakultas Kedokteran Unila ini juga menyebutkan, sebelum Program GreenMetric dicanangkan Universitas Indonesia, para pendahulu Unila sudah memikirkan dan mengimplementasikan kampus hijau.

Hal itu dapat dibuktikan dengan banyaknya ruang terbuka hijau dan berbagai jenis pohon berusia tua yang masih terawat di sekitar kampus. Konsep ini akan terus dijaga agar kampus hijau dapat dinikmati generasi-generasi selanjutnya.

Namun seiring perkembangan zaman dan teknologi, Unila juga harus menyesuaikan diri mengikuti pengelolaan lingkungan di zaman revolusi industri 4.0.

Isu perubahan iklim menuntut pengelola kampus memperbaiki konsumsi energi dengan memulai langkah-langkah penggunaan energi terbarukan dan penggunaan peralatan hemat listrik.

Desain dan infrastruktur bangunan juga akan mengadopsi konsep smart building sehingga dapat mengurangi penggunaan energi. Walaupun konsumsi energi berkurang, faktor kenyamanan gedung tetap harus menjadi perhatian.

Selain mengembangkan program pengelolaan sampah dengan membangun Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), Unila membangun beberapa embung yang akan menampung kelebihan air di musim hujan dan kemarau juga berfungsi menjaga ketersediaan air. Bahkan embung ini menjadi salah satu tempat yang diminati masyarakat.

Di sisi pengelolaan transportasi dalam kampus, Unila sudah memiliki beberapa bus yang melayani mahasiswa, pegawai, dan dosen. Keberadaan bus kampus ini membatasi sirkulasi kendaraan bermotor sekaligus mengurangi emisi gas buang ke lingkungan.

Semua capaian ini menjadi target base line untuk lebih meningkatkan pengelolaan lingkungan melalui Program GreenMetric di kampus Unila. Workshop ini menjadi langkah awal meningkatkan pengelolaan lingkungan melalui program GreenMetric.

Dari workshop dan kegiatan-kegiatan turunannya diharapkan muncul roadmap GreenMetric Unila yang terukur dan aplicapble menuju pengelolaan lingkungan yang lebih baik. Rektor dan jajaran pimpinan berharap lompatan ranking Unila pada program GreenMetric. Meskipun bukanlah tujuan utama, ranking GreenMetric adalah bonus dari pengelolaan lingkungan yang lebih baik. [Humas/Inay_Gigih]