Unila Kampus Riset Harus miliki ISO

(Unila): Menghadapi tantangan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), Universitas Lampung (Unila) harus menjadi kampus berbasis riset. Selain itu seluruh pelayanan kampus juga harus berstandar International Organization for Standardization (ISO).

Hal itu disampaikan Rektor Universitas Lampung Prof. Hasriadi Mat Akin di kampus setempat beberapa waktu lalu. Ia mengatakan, kampus riset menjadi kunci perguruan tinggi di Indonesia dalam menghadapi tantangan MEA. Persoalannya sebagian kampus di tanah air termasuk Universitas Indonesia belum berbasis riset.

“Saat ini Unila masih teaching university, bahkan Universitas Indonesia (UI) pun masih demikian. Menghadapi MEA kita harus berubah dari teaching University menjadi research university,” ujar rektor.

Ia mengatakan, sebagai kampus riset maka seluruh kegiatan kampus harus berbasis kepada riset. Kegiatan belajar mengajar juga harus berbasis riset. Begitu juga pengabdian kepada masyarakatnya.

Riset Unila, lanjut Hasriadi, harus bermutu global. Kualitas sumberdaya manusianya juga harus bermutu global. Mutu global itu tidak bisa menurut ukuran sendiri melainkan standar internasional. Karena itu ISO mutlak diperlukan.

“Ke depan saya menginginkan kampus kita mampu bertransformasi menjadi kampus riset. Selain itu seluruh fakultas di Unila juga harus memenuhi standar ISO bukan sekadar SOP atau ukuran kita sendiri.”[inay]