Unila Jaring Aspirasi Penyusunan RPJP 2020-2045

41663730_521035108356709_1513101366174679040_o
41606112_521034905023396_5938677878911664128_o
41626309_521034805023406_960053107666976768_o
41443938_521034781690075_1551083767722934272_o
41706541_521034701690083_5023571294759682048_n

UNIVERSITAS Lampung melalui Biro Perencanaan dan Hubungan Masyarakat (BPHM) menggelar lokakarya untuk membahas arah pengembangan Unila tahun 2020-2045, baik lingkungan internal maupun eksternal.

Jaring aspirasi dalam rangka penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) yang berlangsung di ruang sidang lantai 2, Rektorat, Kamis (13/9/2018) ini diikuti tim penyusun RPJP, para wakil rektor, para dekan, para wakil dekan, ketua lembaga, kepala UPT, ketua SPI, para ketua jurusan, hingga ketua program studi.

Pada pertemuan itu, tim penyusun dan para peserta yang hadir diberikan kesempatan memberi masukan terkait arah pengembangan RPJP Unila sesuai Renstra dan program kerja tahunan seluruh satker di lingkungan Universitas Lampung.

Rekomendasi semua peserta disampaikan melalui borang yang diisi sesuai bidang masing-masing, sekaligus ekspektasi atau gambaran mereka terkait perkembangan Unila dengan periode saji Renstra 2020-2024, 2025-2029, 2030-2034, 2035-2039, dan 2020-2044.

Rektor Unila Prof. Dr. Ir. Hasriadi Mat Akin, M.P., yang hadir meresmikan lokakarya ini mengatakan, kompetisi Unila dan perguruan tinggi lain semakin besar. “Oleh karena itu, kita harus membangun Unila sesuai rencana pembangunan agar sejajar perguruan tinggi besar lainnya,” katanya.

Ia melanjutkan, RPJP merupakan sesuatu yang dinamis. Meskipun program kerja Unila tahun 2005-2025 masih berjalan, namum RPJP perlu direvisi sesuai kebutuhan di masa depan berkaitan dengan revolusi industri 4.0.

Guru besar dari FP Unila ini juga menerangkan, paradigma pada revolusi industri 4.0 berbeda, yang kreatif bisa menghabisi yang tidak kreatif. Begitu pula dengan perguruan tinggi. “Tanpa bangunan, yang bisa menggunakan teknologi informasi dengan baik sebagai media pembelajaran, bisa saja mengalahkan perguruan tinggi besar,” ujarnya.

Di kesempatan itu Rektor mengajak para peserta lokakarya untuk bersama membangun Unila ke depan sebagai perguruan tinggi yang memenuhi tantangan zaman.

“Lulusan yang kita hasilkan harus lebih fleksibel dan memiliki elastisitas menghadapi perubahan zaman. Kita harus membangun lulusan agar memiliki jiwa belajar seumur hidup karena perubahan semakin cepat dan mereka harus beradaptasi,” imbaunya.[Caca/Inay_Humas]