(Unila): Bagian Perencanaan dan Evaluasi pada Biro Perencanaan dan Hubungan Masyarakat Universitas Lampung (BPHM Unila) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (BLU). Kegiatan berlangsung di ruang sidang lantai 2 Rektorat Unila, Selasa (12/03/2019).

FGD yang langsung dimoderatori Kepala Biro Perencanaan dan Hubungan Masyarakat (BPHM) Harsono Sucipto, S.H., M.H., ini menghadirkan Kepala Seksi Pembinaan PK-BLU Kementerian Keuangan Dirjen Perbendaharaan Suwignyo sebagai narasumber.

Rektor Unila Prof. Hasriadi Mat Akin saat membuka acara mengatakan, untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas kinerja Unila dalam mengimplementasikan tri darma Perguruan Tinggi perlu mengetahui pelaksanaan BLU secara lengkap dari tangan pertama.

Saat Unila masih satker pada 2016 lalu, kata Hasriadi, pengelolaan keuangan masih sangat kaku. Perencanaan keuangan menjadi lebih fleksibel setelah tata BLU berjalan diiringi efektivitas pada berbagai pembangunan infrastruktur.

“Dengan pengalokasian BLU sesuai peraturan keuangan dan agar tidak ada keragu-raguan pada penggunaan dana BLU, maka Unila memberikan kesempatan pada setiap bagian untuk ekplorasi informasi terkait ini,” terang Hasriadi.

Suwignyo pada penyampaian materinya memaparkan, filosofi dan konsepsi lahirnya badan layanan umum yakni peran keuangan negara sebagai perangkat pemerintah yang berperan sebagai agent of development dengan prinsip dasar demokrasi dan market efisiensi.

Prinsip dasar demokrasi melahirkan prinsip autorisasi parlementer (hak budget) dan prinsip efisiensi melahirkan prinsip penganggaran berbasis kinerja. Dari prinsip tersebut muncul badan layanan umum untuk meningkatkan pelayanan masyarakat dan pengelolaan keuangan untuk pembangunan negara.

Suwignyo menambahkan, badan layanan umum dalam sudut pandang pengawasan bertindak untuk menyoroti efisiensi dan produktivitas. Perkembangan yang ada di masa ini terkait regulasi sehingga memberikan fleksibilitas pengelolaan keuangan serta kinerja BLU.

“Sinergitas BLU terhadap peningkatan manajemen SDM, kas, aset, tata kelola, modernisasi BLU, pembinaan, dan pengawasan menjadi sangat penting,” ungkapnya.[Riky/Inay_Humas]