(Unila): Universitas Lampung (Unila) mulai mendistribusikan bantuan daring kepada mahasiswa golongan UKT 1 dan 2 sejak Senin (18/5/2020). Hal ini disampaikan langsung oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof . Yulianto, M.Si., di ruang kerjanya, Rabu (20/5/2020).

Bantuan berupa paket pulsa internet sebesar Rp150 ribu itu diberikan kepada 1.004 mahasiswa dan digulirkan secara bertahap selama tiga bulan ke depan. “Saya sudah cek ke beberapa mahasiswa, sudah masuk,” ungkapnya.

Prof. Yulianto menjelaskan, bantuan yang awalnya akan diserahkan dalam bentuk uang tunai dialihkan dalam bentuk paket internet sesuai ketentuan yang berlaku di kementerian keuangan serta menyesuaikan dengan tujuan kegiatan. Oleh karena itu bantuan belajar daring harus direalisasikan dalam bentuk pemberian paket internet.

Untuk mengakomodasi kebijakan tersebut, pihaknya kemudian membuat pengumuman ulang yang dibagikan dalam website kemahasiswaan.unila.ac.id. Dalam pengumuman itu mahasiswa diminta untuk mencantumkan nomor handphone masing-masing.

Yulianto pun tidak menampik jika perubahan kebijakan pemberian bantuan daring memunculkan persoalan teknis. Hal itu terjadi karena proses pendataan nomor dan keterlibatan pihak provider dalam pendistribusian pulsa memakan waktu cukup lama.

Menanggapi keluhan mahasiswa tentang keterlambatan pendistribusian bantuan, Prof. Yulianto berharap, mahasiswa dapat lebih bersabar. Jika masih ada penjelasan terbaru terkait bantuan daring, itu berarti masih proses masih berjalan.

“Jadi beda ya. PHP itu kalau sudah tidak diwujudkan. Tapi ini kan sedang proses, tidak bisa instan,” tegasnya.

Adapun penyaluran bantuan daring kepada 1.004 mahasiswa terbagi atas 396 paket kuota Telkomsel, 233 Tri, 145 XL, 34 Smartfren, 197 Indosat. “Namun khusus provider Telkomsel belum didistribusikan karena menggunakan sistem dan mekanisme yang berbeda,” terang Yulianto. [Humas/Angel]