Unila Dinilai Strategis Kembangkan Lampung Menjadi Rujukan Perhutanan Sosial

0
5

(Unila): Universitas Lampung (Unila) dinilai memiliki posisi strategis dalam mendukung transformasi kehutanan Indonesia, terutama karena berada di Provinsi Lampung memiliki sejarah kuat dalam pengembangan perhutanan sosial.

Fakta ini mengemuka dalam Kuliah Umum Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian Unila bertema “Dari Hutan ke Masa Depan: Transformasi Kehutanan untuk Kesejahteraan dan Ekonomi Hijau Indonesia”, yang digelar di Aula Dekanat FP Unila, Kamis, 30 April 2026.

Penyelenggara kuliah umum tersebut menghadirkan Apri Dwi Sumarah, S.Hut., M.Sc., M.S.E., Direktur Pengembangan Usaha Perhutanan Sosial Kementerian Kehutanan sebagai narasumber.

Apri ketika diwawancara di sela-sela kegiatan menegaskan, kerja sama antara Kementerian Kehutanan dan Unila memiliki makna penting karena mempertemukan peran pemerintah sebagai pengampu kebijakan dengan kampus sebagai pusat ilmu pengetahuan, riset, dan pengabdian masyarakat.

Secara khusus, Apri menyoroti keunggulan Unila karena berada di Lampung, daerah yang memiliki rekam jejak kuat dalam pengembangan perhutanan sosial. Ia menyebut, Lampung memiliki banyak potensi kehutanan dan salah satu paling menonjol adalah perhutanan sosial yang telah berkembang cukup luas di masyarakat.

“Banyak, karena Unila di sini juga salah satunya perhutanan sosial. Nah, di Lampung sendiri itu perhutanan sosial kan juga sudah banyak. Bahkan mungkin perhutanan sosial pertama itu di Lampung, kalau enggak salah seperti itu,” ungkap Apri.

Unila, kata dia, dapat mengambil peran besar dalam memastikan kebijakan kehutanan benar-benar berbasis pengetahuan dan dekat dengan kebutuhan lapangan.

“Kami di pemerintah pusat ini sebagai pengampu kebijakan terkait kehutanan. Nah, Unila nanti dari sisi akademisi bisa memberikan masukan, penelitian, dan juga kegiatan pengabdian masyarakat, sehingga bisa memberikan evaluasi terhadap kebijakan-kebijakan yang kami lakukan,” jelasnya.

Dengan potensi yang ada, bisa dilakukan kegiatan-kegiatan positif dari sisi akademisi, penelitian, dan juga pengabdian masyarakat. Misalnya perhutanan sosial, kegiatan agroforestri, dan salah satu multiusaha kehutanan.

Dalam pandangan Apri, Unila bahkan dapat mengambil posisi sebagai role model pengembangan riset kehutanan berbasis praktik perhutanan sosial.

Pengalaman yang berkembang di Lampung dapat dikaji lebih mendalam, dirumuskan menjadi model pembelajaran, lalu direplikasi ke daerah lain dengan tetap menyesuaikan kondisi sosial, ekologis, dan ekonomi masing-masing wilayah.

Selain perhutanan sosial, Apri juga menyebut sejumlah potensi kehutanan lain di Lampung yang dapat dikolaborasikan dengan Unila yakni dengan keberadaan Taman Nasional Way Kambas, kawasan konservasi, serta unit pelaksana teknis Kementerian Kehutanan membuka ruang luas bagi pengembangan riset, pengabdian masyarakat, dan inovasi kebijakan kehutanan. [Riky Fernando]

Tinggalkan Balasan

Please enter your comment!
Please enter your name here

39 + = 47