Unila Didorong Hasilkan Riset Energi Terbarukan

(Unila): Tiga daerah dengan rasio elektrifikasi terendah adalah Kabupaten Pesisir Barat sebesar 68,64%, Kabupaten Lampung Barat 76,44%, dan Tanggamus 86,92%

Defisit energi listrik masih menjadi permasalahan di Provinsi Lampung. Universitas Lampung diharapkan banyak melakukan riset energi terbarukan yang bisa diaplikasikan.

Berdasarkan data Balai Penelitian, Pengembangan, dan Inovasi Daerah (Balitbangnovda) Provinsi Lampung, terdapat 110 desa dan 5 kecamatan di Lampung denagan rasio elektrifikasi atau perbandingan penduduk yang menikmati listrik dengan total penduduk masih di bawah 50%. Artinya, separuh penduduk belum menerima aliran listrik.

Kepada Balitbangnovda Provinsi Lampung Mulyadi Irsan mengatakan, secara keseluruhan rasio elektrifikasi baru mencapai 94,90% dan baru 84% yang menikmati listrik dari Perusahaan Listrik Negara (PLN). Tiga daerah dengan rasio elektrifikasi terendah adalah Kabupaten Pesisir Barat sebesar 68,64%, Kabupaten Lampung Barat 76,44%, dan Tanggamus 86,92%.

Mulyadi menekankan pentingnya melakukan inovasi energi terbaharukan untuk mengatasi permasalahan energi di Lampung. “Masih terjadi disparitas energi di beberapa wilayah. Ini yang harus dicarikan solusinya. Salah satunya melalui energi terbaharukan,” kata dia dalam seminar nasional energi terbarukan yang digagas Fakultas Teknik (FT) Unila di Gedung Serbaguna Universitas Lampung, Senin (20/3/2017).

Lampung, kata dia, memiliki potensi energi terbarukan seperti panas bumi, energi surya, energi air, hingga bioenergi dari singkong dan sawit. Unila sebagai lembaga pendidikan tinggi yang memiliki ahli dan mahasiswa dapat lebih banyak melakukan riset tentang pemanfaatan energi-energi tersebut.

Ketua Dewan Energi Nasional Abadi Purnomo menyebutkan, beberapa potensi energi terbarukan yang dimiliki Lampung, seperti tenaga air yang mencapai 3.102mw untuk wilayah Lampung, bersama wilayah Bengkulu, Sumatera Selatan, dan Jambi.

Menurut dia, secara nasional Lampung juga memiliki potensi energi panas bumi mencapai 1.243mw atau terbesar kedua setelah Jawa Barat. Potensi lainnya adalah bioenergi yang berasal dari biogas dan biomassa Lampung yang mencapai 1.492,1mw.

Rektor Unila Hasriadi Mat Akin mengaku, Unila berkomitmen mendorong kemandirian energi dengan menggiatkan para dosen untuk lebih banyak melakukan riset tentang energi terbarukan. Saa ini Unila juga ditetapkan menjadi salah satu pusat bioenergi nasional.[lampungpost/alf]