Unila dan UKI Tandatangani MoU Kerja Sama

0
59
48356862_565290733931146_5724450699803099136_n
48359007_565290723931147_3233551100426584064_o
48277476_565290640597822_6509814108718628864_o
48082937_565290577264495_2790837442196799488_o
48397100_565290280597858_6694172964264345600_o

(Unila): Universitas Lampung (Unila) dan Universitas Kristen Indonesia (UKI) jajaki kerja sama bidang pendidikan,penelitian, dan pengabdian. Kerja sama itu diawali dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antarkedua belah pihak, di ruang sidang  utama lantai 2 Rektorat, kampus setempat, Senin (10/12/2018).

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Rektor Universitas Kristen Indonesia Dr. Daniswara K. Harjono, S.H., M.H., M.B.A., dan Rektor Universitas Lampung Prof. Dr. Ir. Hasriadi Mat Akin, M.P., disaksikan wakil rektor bidang PKTIK, ketua LPPM Unila, para dekan, direktur pascasarjana, dan tamu undangan.

Pada kesempatan itu Dr. Daniswara menyampaikan, UKI merupakan salah satu universitas tertua di Indonesia yang lahir pada tahun 1953 silam. Saat ini UKI memiliki 33 program studi dengan 8 fakultas dan 1 program pascasarjana.

Meskipun masih sedikit jika dibanding Unila, pihaknya berharap dapat bekerja sama. “Selain itu kami dapat menimba ilmu dari pengalaman Universitas Lampung yang saya liat cukup besar, cukup maju. Mudah-mudahan MoU hari ini dapat bermanfaat untuk dunia akademis dan masyarakat,” ujarnya.

Rektor Unila Prof. Hasriadi pun secara garis besar menggambarkan kondisi eksisting Unila. Ia mengatakan, saat ini Unila sudah terakreditasi A dengan jumlah mahasiswa mencapai 34 ribuan dan diasuh oleh tenaga pendidik sebanyak 1.500 orang. Adapun program studi berjumlah 108 dan sekitar 40 persennya sudah terkareditasi A.

“Pada pengelolaan riset, kita sudah berada pada kelas mandiri. Jadi saya kira di luar pulau Jawa hanya Universitas Lampung, Universitas Andalas, dan Universitas Hasanudin, yang sudah berada pada kelas mandiri,” kata dia.

Guru Besar Fakultas Pertanian Unila ini menambahkan, Unila juga melakukan kegiatan pengabdian yang cukup terstruktur, misalnya dengan mengembangkan desa binaan dan mewajibkan para mahasiswa Universitas Lampung melakukan KKN di sejumlah kabupaten.[Penda/Inay_Humas]