Unila dan Kemenhut Jalin Sinergi Strategis melalui Penandatanganan MoU

0
7

(Unila): Universitas Lampung (Unila) dan Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menjalin sinergi strategis melalui penandatanganan MoU dan kuliah umum, yang berlangsung di Aula Dekanat Fakultas Pertanian Unila, Kamis, 30 April 2026.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi Unila, Prof. Dr. Ayi Ahadiat, S.E., M.B.A., dalam sambutannya mengatakan, MoU ini membuka ruang kolaborasi lebih luas dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Melalui penandatanganan MoU ini, kita membuka ruang kolaborasi yang lebih luas, khususnya dalam sektor kehutanan yang memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

Ia menegaskan, Fakultas Pertanian Unila memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan sektor kehutanan melalui riset, inovasi, dan penguatan kapasitas mahasiswa.

Kolaborasi ini diharapkan melahirkan program konkret, seperti penelitian bersama, pengelolaan hutan lestari, konservasi sumber daya alam, pengembangan kurikulum berbasis kebutuhan kebijakan, serta magang dan praktik lapangan bagi mahasiswa.

Prof. Ayi juga menekankan, kerja sama ini sejalan dengan upaya Unila memperkuat reputasi sebagai kampus berdampak dan berorientasi keberlanjutan. “Dengan adanya MoU ini, insyaallah akan mengangkat status dan reputasi Unila untuk menjadi world class university,” ujarnya.

Ia menambahkan, isu keberlanjutan menjadi perhatian penting dalam pemeringkatan global, termasuk QS Sustainability. Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Kehutanan RI, Dr. Ir. Mahfudz, M.P., melalui sambutan daring menyebut MoU ini bukan sekadar dokumen administratif.

“Nota kesepahaman ini bukan hanya sekadar dokumen administratif, tetapi merupakan pondasi strategis untuk membangun sinergi yang lebih kuat antara pemerintah dan perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan kehutanan,” tegasnya.

Mahfudz menjelaskan, kerja sama ini terhubung langsung dengan tridarma perguruan tinggi dan kebutuhan nyata pembangunan kehutanan di lapangan. “Kerja sama kita tidak hanya bersifat konseptual, tetapi juga operasional dan berdampak langsung kepada kehidupan masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, tantangan kehutanan ke depan semakin kompleks, mulai dari perubahan iklim, deforestasi, konservasi, hingga kesejahteraan masyarakat. Karena itu, perguruan tinggi seperti Unila diharapkan menjadi pusat inovasi dan solusi bagi pembangunan kehutanan berkelanjutan di Lampung dan Indonesia. [Riky Fernando]

Tinggalkan Balasan

Please enter your comment!
Please enter your name here

+ 57 = 66