Unila Dalami Sistem Perencanaan dan Integrasi Data Kampus Melalui Studi Tiru ke IPB

0
103

(Unila): Penguatan perencanaan kampus yang presisi, adaptif, dan berbasis data menjadi fokus pembelajaran Universitas Lampung (Unila) guna mendukung arah pengembangan program yang lebih responsif terhadap dinamika perubahan. Pendalaman praktik baik tersebut dilakukan melalui kunjungan studi tiru ke IPB University di Kampus Dramaga, Bogor, Selasa, 8 April 2026.

Delegasi Unila dipimpin Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi Prof. Ayi Ahadiat, bersama Koordinator Tim Kerja Perencanaan Susanto, S.Kom., Kepala BPKHM Dr. Budi Sutomo, serta unsur kerja sama dan sistem informasi.

Dari pihak IPB, pembahasan diterima langsung Wakil Rektor Bidang Resiliensi Sumber Daya dan Infrastruktur Dr. Heti Mulyati, didampingi Prof. Hari Wijayanto selaku Direktur Perencanaan dan Pengembangan Kampus Berkelanjutan, serta Ir. Julio Adisantoso selaku Kepala Lembaga Manajemen Informasi dan Transformasi Digital (LMITD).

Prof. Ayi dalam pengantar diskusi menegaskan, kunjungan ini bertujuan untuk memperkaya cara pandang Unila dalam menyusun arah pengembangan kampus jangka panjang. “Kami ingin mengetahui terutama terkait perencanaan pengembangan dan bagaimana menata rencana strategis yang bisa berjalan efektif,” ujarnya.

Ia juga menyinggung kedekatan historis antara kedua institusi yang memperkuat semangat belajar bersama. “Kalau mau berterus terang, DNA kita IPB juga. Dari sepuluh Rektor, lima itu IPB semua background-nya,” katanya.

Pernyataan ini sekaligus menunjukkan pembelajaran mengenai sistem perencanaan dari IPB memiliki kedekatan kultur kelembagaan yang kuat dengan Unila.

Pembahasan teknis bidang ini berlangsung antara Prof. Hari Wijayanto, Julio Adisantoso, dan Susanto, S.Kom., dengan fokus pada sinkronisasi antara data, dokumen perencanaan, dan implementasi program. Salah satu pembelajaran penting datang dari Julio yang menjelaskan fondasi transformasi digital kampus.

“Tujuannya agar seluruh sistem terintegrasi. Tahap pertama integrasi data, karena sistem tidak akan bisa terintegrasi kalau datanya tidak terintegrasi,” jelas Julio. Menurutnya, penguatan perencanaan yang presisi harus ditopang data yang konsisten sejak awal.

Ia melanjutkan, pihaknya memakai prinsip single data multi-purpose. Data mahasiswa atau dosen cukup di-entry satu kali agar konsisten dan bisa digunakan untuk banyak kebutuhan. Prinsip ini menjadi poin penting dalam diskusi bersama Susanto untuk mendukung pengembangan sistem perencanaan Unila yang lebih efisien dan terhubung antarunit.

Pada bagian perencanaan strategis, Prof. Hari Wijayanto menekankan pentingnya kesinambungan antara dokumen, target unit, dan monitoring pelaksanaan. Ia menjelaskan pengelolaan perencanaan tidak berhenti pada penyusunan RKAT, tetapi harus terus dikawal agar asumsi program tetap sesuai dengan kondisi lapangan dan target institusi.

Bagi Unila, pembelajaran ini menjadi bekal penting untuk memperkuat proses penyusunan program berbasis data, mempercepat integrasi sistem antarunit, dan memastikan setiap rencana kerja lebih mudah diterjemahkan menjadi output yang nyata.

Dengan pola ini, perencanaan tidak hanya menjadi dokumen administratif, tetapi instrumen strategis yang benar-benar mengarahkan kemajuan kampus. [Riky Fernando]

Tinggalkan Balasan

Please enter your comment!
Please enter your name here

− 2 = 3