Unila-Bradford Join Riset Bidang Layanan Kesehatan

UNIVERSITAS Lampung (Unila) dan Universitas Bradford (UoB) join riset bidang layanan kesehatan. Periset kedua universitas ini akan meneliti layanan klinis berbasis kertas saat ini dengan teknologi cerdas, melalui pemanfaatan internet dan web semantik.

Peneliti dari Unila didapuk Dr. Eng Helmy Fitriawan dan Dr. Misfa Susanto dari fakultas teknik, sementara partner projek dari Universitas Bardford didapuk Prof. Yim Fun Hu dan Dr. Jiachen (Ann) Hou.

Join riset bertajuk “BLESS U_Bandar Lampung Enhanced Smart-health Services with smart Ubiquity”, ini rencananya dilangsungkan selama dua tahun sejak disahkan Kemenristekdikti 1 April lalu.

Menurut Helmy, program ini didanai Newton Foundation di bawah British Council, sebuah yayasan yang menangani pendidikan. Kerja sama dua periset ini berasal dari skim Newton Institutional Links (KLN/Insinas 2016-2017) kategori UK–Indonesia Science & Technology Fund.

“Namun dana yang didapat berasal dari Kemenristekdikti sebesar Rp200 juta per tahun. Di dalam Kemenristekdikti sendiri penelitian ini termasuk Program Insinas (Insentif riset sistem inovasi nasional),” kata Helmy ketika ditemui tim website unila.ac.id., Senin (21/8/2017).

Helmy merinci, hanya ada lima penelitian yang dirilis Newton Fund di Indonesia, dan Universitas Lampung merupakan satu-satunya universitas di luar Pulau Jawa yang berhasil mendapatkan program kolaboratif pada area riset dan inovasi ini.

Titik tekan penelitian, lanjutnya, adalah peningkatan layanan kesehatan dengan teknologi cerdas di Bandarlampung baik hardware atau softwarenya. Jadi selain mengembangkan teknologi berbasis internet optics, program ini akan membandingkan layanan kesehatan di City of Bradford Mdc dan Kota Bandarlampung. Pihaknya juga melibatkan Balitbangda Provinsi Lampung sebagai local government.

“Seperti apa layanan kesehatan di sana. Apa yang bisa dipelajari, apa yang sudah dikerjakan di Bradford dan di Bandarlampung. Jadi kerja sama ini bukan hanya Unila tapi membandingkan dua layanan kesehatan di dua kota.”[Inay_Humas]