(Unila): Universitas Lampung (Unila) dan BPJS Kesehatan jalin kerja sama penganggaran program jaminan kesehatan bagi tenaga kontrak/tenaga honorer di lingkungan kampus setempat.

Penandatanganan perjanjian kerja sama antara kedua belah pihak berlangsung Rabu (30/1/2019) siang, di ruang sidang utama lantai 2, gedung Rektorat Unila.

Rektor Unila Prof. Dr. Ir. Hasriadi Mat Akin, M.P., pada sambutannya mengatakan, BPJS gotong royong membiayai pengobatan di rumah sakit. “Oleh karena itu kita jangan merasa berat atas potongan tersebut,” ujarnya.

Rektor melanjutkan, Unila saat ini mempunyai tenaga nonpns sebanyak 917 orang. Unila tidak memiliki anggaran khusus untuk memberikan jaminan kesehatan per orang. Oleh karena itu kerja sama ini akan sangat bermanfaat bagi kedua belah pihak.

“Biaya kesehatan semakin mahal. Kalau kita tidak gotong royong melalui BPJS, maka biaya akan semakin berat,” kata Rektor.

Ia juga mengharapkan BPJS semakin meningkatkan pelayanannya sehingga tidak menyulitkan peserta. “Jangan sampai prosesnya berbelit-belit sehingga dapat memuaskan para pengguna,” lanjutnya.

Menanggapi hal tersebut Kepala BPJS Cabang Bandarlampung dr. Johana, mengatakan, dengan prinsip gotong royong maka iuran BPJS yang dibayar semakin ringan. BPJS hadir sebagai upaya negara menjamin kesehatan masyarakat mengingat inflasi kesehatan yang semakin besar tiap tahunnya.

BPJS secara lembaga terus melakukan perbaikan-perbaikan dengan berbagai program berbasis penelitian seperti mendorong kepedulian masyarakat dengan pendekatan hal-hal positif. Misalnya, mengedepankan penjelasan kepada masyarakat bahwa dengan ikut sebagai peserta, ada sumbangsih untuk masyarakat yang membutuhkan.

“Jika sakit, sudah ada jaminan kesehatan yang meringankan pembiayaan. Terkait pendaftaran peserta kontrak, kami sudah membentuk tim untuk menyampaikan informasi, ” jelasnya.

Johana juga menjelaskan, peserta BPJS sudah tidak perlu membawa kartu JKN/KIS. Saat ini sudah ada mobile JKN yang dapat menampilkan kartu digital. Kartu ini berlaku dari faskes tingkat 1 hingga faskes tingkat lanjutan.

“Itu salah satu pengembangan dari BPJS. Ke depan akan hadir pembayaran dalam bentuk digital seperti yang dimiliki ojek online,” pungkasnya.

Acara turut dihadiri wakil rektor, dekan, wakil dekan, kepala biro, kepala bagian, dan para staf di lingkungan Unila.[Caca/Inay_Humas]