(Unila): Universitas Lampung (Unila) terus meningkatkan capaian dan kinerja, di antaranya adalah program percepatan profesor dalam upaya mendukung performa Kampus Hijau menuju universitas 10 besar terbaik pada tahun 2025.

Dukungan diawali dengan mengadakan rapat pembentukan tim percepatan profesor yang berlangsung di ruang kerja wakil rektor bidang akademik lantai 2 Rektorat, Rabu (19/2/2020) pagi.

Rapat pembentukan tim yang diketuai Wakil Rektor Bidang Akademik Unila Prof. Dr. Heriyandi, S.H., M.S., ini dihadiri sejumlah profesor/guru besar senior di antaranya Prof. Drs. Mustofa, M.A., Ph.D.; Prof. Cipta Ginting, M.Sc.; Prof. Dr. Ir. Hamim Sudarsono, M.Sc.; Prof. Dr. dr. Muhartono, S.Ked., M.Kes.; Prof. Dr. Ir. Murhadi, M.Si.; dan Prof. Dr. Sindung Haryanto, M.Si.

Gelar profesor atau guru besar adalah gelar tertinggi di bidang akademik. Dibutuhkan capaian angka kredit 850 poin untuk meraih gelar tertinggi tersebut. Angka kredit diperoleh dari pengabdian dalam mengimplementasikan tri darma perguruan tinggi meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Prof. Heriyandi menyampaikan, pimpinan Universitas Lampung berkomitmen mempercepat lahirnya profesor. Tugas tim ini adalah mengumpulkan data dosen-dosen yang sudah layak menyandang guru besar atau profesor, lalu membantu persiapannya.

Dirinya berharap, tim bisa secepatnya memberi hasil signifikan pada jumlah guru besar Unila. “Unila mendorong setiap fakultas untuk mengajukan 5 guru besar 1 lektor kepala setiap setahun,ujarnya.

Menanggapi hal itu Prof. Hamim mengatakan, dua program percepatan yang dapat dilakukan yakni sistematis dan substansi. Sistematis, bukan hanya untuk keperluaan sesaat namun sebagai program jangka panjang sehingga kemudahan pengadministrasian baik di tingkat rektorat dan fakultas semakin lancar.

“Yang kedua ialah subtansi. Class program bantuan substansi dan teknis seperti administrasi yang sifatnya subtansi bisa diidentifikasi. Misalnya publikasi dan penulisan karya ilmiah,” kata dia. [Humas/Gigih]