Unila Asuh STIE STKIP Bima Menuju Studi Unggul

38683823_495133404280213_2585781319640285184_o
38703219_495133174280236_8517633915698020352_o
38720868_495133247613562_2383885786207485952_o

SEJUMLAH pejabat di Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) Universitas Lampung (Unila) melakukan lawatan ke kampus STIE BIMA, Rabu (8/8/2018).

Kunjungan dalam rangka penyusunan dokumen SPMI dan borang Akreditasi Bagi PTS Asuhan di Bima, untuk Program Asuh Menuju Program Studi Unggul Tahun 2018.

Ketua LP3M Prof. Murhadi mengatakan, pengumuman Direktur Penjaminan Mutu, Dirjen Belmawa Kemenristekdikti Nomor 487/B4.2/TU/2018 tanggal 2 April 2018 menyatakan Unila menjadi 1 dari 29 PT Unggul yang dipercaya Dirjen Belmawa, Kemenristekdikti.

Tahun 2018, Unila mengasuh 5 PTS, yaitu (1) Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai, Bandar Lampung (3 PS C), (2) Universitas Tulang Bawang, Bandar Lampung (4 PS C), (3) Universitas Megou Pak, Kabupaten Tulang Bawang (12 PS C), (4) Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Bima, Bima (4 PS C), dan (5) Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bima, Bima (1 PS C).

“Ada sejumlah perguruan tinggi yang dipilih Dikti untuk mendapat asuhan. Hanya saja ada sejumlah syarat dan ketentuan yang ditetapkan Dikti. Di antaranya perguruan tinggi yang diasuh wajib berada di luar provinsi. “Tahun ini kita dapat NTB, STIE Bima dan STKIP Bima,” kata dia.

Adapun tujuan Program Asuh Menuju Program Studi Unggul Tahun 2018 meliputi peningkatan jumlah PS yang mendapatkan layanan mutu pendidikan; mendorong proses peningkatan mutu PT untuk mencapai tingkat akreditasi unggul; memoderasi terbentuknya budaya mutu melalui propagasi mutu dari PT Asuh kepada PT Asuhan; dan melembagakan dan memfungsikan sistem penjaminan mutu secara berkelanjutan di PT Asuhan.

Murhadi menambahkan, timnya akan berada di Bima selama empat hari dan akan memberikan pelatihan kepada 15 peserta. Salah satu output kegiatan ini menghasilkan auditor internal yang diakui dan memiliki sertifikat. “Auditor internal harus ada minimal 10 persen dari dosen tetap yang ada di perguruan tinggi,” ujarnya.[Humas]