(Unila): Wisuda Universitas Lampung (Unila) periode VI Tahun Akademik 2025/2026 turut menghadirkan momen yang penuh haru. Salah satu wisudawan Program Studi S-1 Pendidikan Jasmani, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Muhammad Indra Gunawan, dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar sarjana setelah menyelesaikan seluruh proses akademiknya di Unila.
Indra meraih gelar sarjana dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,43 dan masa studi 3,63 tahun. Dalam prosesi wisuda, ijazah dan bingkai penghargaan kelulusan almarhum diterima oleh ayah dan ibundanya yang hadir mewakili keluarga.
Penyerahan dilakukan secara langsung oleh Rektor Unila, Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., IPM., ASEAN Eng. Prosesi tersebut berlangsung khidmat sebagai bentuk penghormatan atas perjalanan akademik, dedikasi, serta capaian yang telah diraih almarhum selama menempuh pendidikan di Unila.
Rektor Unila turut menyampaikan doa agar almarhum memperoleh tempat terbaik di sisi Allah Swt. Ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan juga diharapkan menjadi amal jariah serta terus memberikan manfaat bagi sesama.
Ayah almarhum, Serhan, mengaku bangga atas semangat belajar yang ditunjukkan putranya selama menempuh pendidikan di Unila. Menurutnya, almarhum dikenal sebagai sosok yang disiplin, tekun, dan memiliki komitmen tinggi untuk menyelesaikan pendidikan hingga tuntas. “Dia memang anak yang rajin belajar, tidak pernah bermalas-malasan, dan selalu bersungguh-sungguh menyelesaikan kuliahnya,” ujar Serhan.
Ia juga menuturkan, sebelum berpulang, putranya telah memperoleh kesempatan untuk mengabdikan diri sebagai tenaga pendidik di Kabupaten Way Kanan. Bahkan, keluarga telah berencana agar Indra mengikuti prosesi wisuda terlebih dahulu sebelum mulai menjalankan tugas sebagai guru. Namun, rencana tersebut belum sempat terwujud karena takdir berkata lain.
Bagi Serhan, keberhasilan putranya menyelesaikan pendidikan hingga meraih gelar sarjana menjadi kebanggaan yang akan selalu dikenang keluarga. Prosesi penyerahan ijazah kepada keluarga almarhum menjadi wujud penghormatan Unila atas dedikasi dan perjuangan mahasiswa dalam menyelesaikan pendidikan.
Momen tersebut juga menjadi pengingat bahwa setiap perjuangan dalam menempuh pendidikan akan selalu memiliki makna dan diharapkan dapat menginspirasi sivitas akademika untuk terus belajar, berprestasi, serta mengabdikan ilmu bagi masyarakat. [Magang_Yeshicha Indah/Yuki Haniyah]


