(Unila): Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Korps Sukarela (KSR) Palang Merah Indonesia (PMI) Unit Universitas Lampung (Unila) menyelenggarakan kegiatan donor darah sebagai bentuk aksi kemanusiaan dan kepedulian sosial di lingkungan kampus, Rabu, 20 Mei 2026, di Aula Fakultas Pertanian (FP) Unila.
Kegiatan dihadiri perwakilan Pemerintah Provinsi Lampung yang diwakili BPBD Provinsi Lampung Wahyu Hidayat, PMI Provinsi Lampung Kabid Pelayanan Darah Hardianto Luke Silalahi beserta jajaran, AKBP Adi Yulizar, S.Kep., M.H., selaku Kasubbid Dokpol Biddokkes Polda Lampung beserta jajaran, tim BPBD Provinsi Lampung, Pembina KSR PMI Unit Unila Prof. Dr. Ir. Sugeng P. Harianto, M.S., perwakilan UKM tingkat universitas, mahasiswa, serta masyarakat umum peserta donor darah.
Ketua UKM KSR PMI Unit Unila Rucy Hayuningrat Arum Puspita, menyampaikan kegiatan donor darah mengusung semangat kemanusiaan yang merefleksikan dua esensi utama, yakni mengalirkan kehidupan dan menyatukan kemanusiaan.
“Satu tetes darah yang kita donorkan menjadi aliran harapan bagi mereka yang membutuhkan pertolongan medis. Donor darah juga menegaskan bahwa kita dipersatukan oleh nilai universal, yaitu kepedulian terhadap sesama di luar berbagai perbedaan latar belakang,” ujarnya.
Ia menjelaskan, UKM KSR PMI Unit Unila terus berorientasi pada kegiatan kemanusiaan dan terbuka untuk menjalin kolaborasi dengan berbagai instansi pemerintah maupun organisasi kemanusiaan.
Rucy juga mengajak seluruh mahasiswa dan organisasi kemahasiswaan di Unila untuk menjadikan donor darah bukan sekadar kegiatan insidental, melainkan bagian dari gaya hidup sehat dan budaya kemanusiaan di lingkungan kampus.
“Mari kita bersinergi untuk terus meningkatkan kesadaran sivitas akademika Universitas Lampung mengenai pentingnya hidup sehat sekaligus menjadikan aksi kemanusiaan sebagai budaya baru di kampus tercinta ini,” lanjutnya.
Sementara itu, Analis Bencana BPBD Provinsi Lampung Wahyu Hidayat menyampaikan, kegiatan donor darah merupakan bentuk nyata kepedulian sosial dan semangat gotong-royong untuk membantu sesama.
“Setetes darah yang kita donorkan hari ini mungkin terlihat sederhana, tetapi bagi orang lain itu bisa menjadi harapan kehidupan. Di rumah sakit ada pasien yang menunggu transfusi darah untuk bertahan hidup”, ujarnya.
Ia mengapresiasi tingginya kepedulian sosial mahasiswa Unila yang dinilai mampu menjaga semangat kemanusiaan di tengah perkembangan zaman dan arus perubahan sosial yang begitu cepat.
“Kami berharap kegiatan donor darah seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi inspirasi bagi organisasi mahasiswa lainnya untuk menjadikan aksi kemanusiaan sebagai bagian dari budaya hidup,” tutupnya. [Riky Fernando]





