Tujuh Mahasiswa Darmasiswa Ikuti Orientasi

Mahasiswa Darmasiswa Berfoto Bersama dengan Rektor Unila (Foto by Mamanda)

(Unila): Tujuh mahasiswa asing yang tergabung dalam program Darmasiswa mengikuti orientasi kampus Universitas Lampung (Unila) atau pembekalan sebelum mengampu perkuliahan di kampus setempat. Kegiatan berlangsung selama dua hari mulai Senin (4/9/2017), di ruang rapat senat, lantai II Rektorat Unila.

Mereka adalah Mitra Ghaedi dari Iran, Ren Ogata dari Jepang, Sebghat Ullah dari Pakistan, Sengphasouk Souvankham dari Laos, serta Tomomi Kondo, Hideki Kondo, dan Makino Ai dari Jepang. “Dua mahasiswa asing kita tahun ini, Tomomi Kondo dan Hideki Kondo, merupakan suami istri yang berasal dari Jepang,” ujar Kepala UPT Pengembangan Kerja Sama dan Layanan Internasional Prof. Cipta Ginting.

Ia menjelaskan, materi orientasi yang diberikan di antaranya mengenai keimigrasian, budaya Indonesia, dan bahasa Indonesia untuk komunikasi awal.

Darmasiswa merupakan program beasiswa parsial dari pemerintah Indonesia untuk mahasiswa asing dari berbagai negara yang tertarik mempelajari Bahasa dan seni budaya Indonesia, di antaranya musik, kuliner, dan kerajinan tangan khas Indonesia. Para peserta bisa memilih satu di antara subjek-subjek tersebut di berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta yang ikut berpartisipasi dalam Darmasiswa.

Selama beberapa bulan ke depan para mahasiswa asing ini mengikuti program perkuliahan. Kehadiran mahasiswa asing ini dalam rangka mempelajari bahasa dan budaya Indonesia, khususnya budaya Lampung. Keberadaan mereka yang menimba ilmu di Unila merupakan salah satu langkah untuk mencapai world class university.

Selama berada di Unila mereka akan didampingi oleh UPT PKLI sebagai provider. UPT PKLI ini merupakan pengembangan dari bagian kerja sama Unila ini juga memfasilitasi kegiatan belajarnya. Sementara dalam minggu ini mereka mengikuti orientasi yang antara lain kegiatan campus tour di Unila dan city tour di sekitar Bandarlampung.

Untuk mata kuliah Bahasa Indonesia, mereka diasuh oleh para dosen Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) dari program studi Bahasa Indonesia FKIP Unila. Sementara dalam memelajari musik dan tari tradisional Lampung, mereka dibantu oleh mahasiswa dari Unit Kegiatan Mahasiswa Bidang Seni (UKMBS) Unila.[Inay_Humas]