Tingkatkan Kompetensi Pembelajaran, LP3M Gelar AA Bagi Dosen

SALAH satu masalah utama yang dihadapi dunia pendidikan di Indonesia saat ini khususnya di lingkungan perguruan tinggi adalah peningkatan kualitas dosen yang antara lain dapat ditentukan oleh kompetensinya dalam pembelajaran.

Terkait sejumlah keterampilan yang harus dikuasai dosen, maka diperlukan suatu upaya pelatihan. Oleh Karena itu, Universitas Lampung (Unila) melalui Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) secara berkala melaksanakan program Applied Approach (AA) atau pendekatan terapan bagi dosen yang telah mengikuti Pekerti (peningkatan keterampilan dasar teknik instruksional).

Kali ini, LP3M menggelar Applied Approach selama lima hari (26-30/10) di lantai IV Rektorat dan diikuti sebanyak 39 orang dosen. Kegiatan secara resmi dibuka oleh Rektor Unila Prof. Dr. Ir. Sugeng P. Harianto, M.S.

Dalam laporannya Sekretaris LP3M Dr. Sowiyah, M.Pd., mewakili Ketua LP3M yang berhalangan hadir menjelaskan, pelatihan Applied Approach ini didanai oleh BUU Unila sebagai tindak lanjut dari pelatihan Pekerti yang dilaksanakan secara rutin beberapa waktu lalu.

Program ini melatih dosen agar memiliki wawasan dalam pembelajaran yang meliputi materi tentang Kebijakan Pengembangan Profesionalisme Dosen dalam Pelaksanaan Mutu Pembelajaran, Etika Moral dalam Pembelajaran, Manajemen Mutu Terpadu, Konstruktivisme dalam Pembelajaran, Rekonstruksi Mata Kuliah, Penulisan Bahasan Ajar, Konsep Dasar dan Paradigma Pengembangan Kurikulum, Model Pembelajaran Kolaboratif, Penilaian Proses dan Hasil Belajar, Assessment Alternatif, serta Aplikasi PTK.

“Ini merupakan kegiatan yang wajib diikuti para dosen untuk menunjang proses belajar mengajar mengajar di kampus setempat. Program ini melatih semua peserta mengenai kebijakan pengembangan profesional dosen, manajemen terpadu pembelajaran, penilaian hasil proses pembelajaran berikut assessment bagaimana pembelajaran yang baik,” paparnya.

Adapun materi yang diberikan pada hari ini, kata dia, antara lain Kebijakan Pengembangan Profesionalisme Dosen dalam Pelaksanaan Mutu Pembelajaran, Etika Moral dalam Pembelajaran, serta Manajemen Mutu Terpadu (TQM) Pembelajaran.[*]