(Unila): Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) SNBT di Universitas Lampung (Unila) didukung sistem teknologi yang terintegrasi guna menjamin kelancaran dan keamanan ujian. Hal ini disampaikan Harno, S.I.Kom., selaku tim teknisi SNBT Unila.
Harno menjelaskan, berbagai perangkat utama digunakan dalam mendukung jalannya ujian, mulai dari komputer peserta, komputer pengawas atau operator, hingga server yang terhubung dengan aplikasi UTBK.
Selain itu, infrastruktur jaringan seperti internet dan intranet, perangkat switch dan router, serta dukungan listrik berupa UPS dan genset turut disiapkan. Pengawasan juga diperkuat dengan penggunaan CCTV di setiap ruangan ujian.
Untuk memastikan seluruh perangkat dalam kondisi optimal, tim teknis melakukan serangkaian pengecekan menyeluruh sebelum ujian dimulai. Proses ini meliputi simulasi dan uji coba sistem, pemeriksaan perangkat keras seperti keyboard, mouse, dan monitor, hingga memastikan aplikasi ujian dan jaringan berjalan dengan baik.
“Jika ditemukan kendala, perangkat langsung diperbaiki atau diganti sebelum sesi ujian berlangsung,” ujar Harno.
Dalam pelaksanaannya, kendala teknis ringan masih kerap ditemui, seperti komputer hang, aplikasi tidak merespons, hingga masalah pada perangkat input atau kesalahan login peserta.
Meski demikian, Tim Teknisi Unila menegaskan, kendala tersebut dapat ditangani dengan cepat oleh teknisi di lokasi tanpa mengganggu jalannya ujian secara keseluruhan.
Apabila terjadi gangguan saat ujian berlangsung, peserta diminta tetap tenang dan mengangkat tangan untuk memanggil pengawas. Selanjutnya, teknisi akan melakukan penanganan sesuai prosedur, seperti memperbaiki sistem, melakukan restart perangkat, atau memindahkan peserta ke komputer cadangan.
Untuk gangguan jaringan, tim teknis akan menelusuri sumber masalah mulai dari koneksi lokal hingga sistem pusat, dengan tetap menjaga hak waktu peserta.
Menghadapi potensi kendala besar seperti gangguan listrik atau jaringan utama, tim teknisi telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi. Di antaranya penyediaan perangkat cadangan, penggunaan UPS, monitoring jaringan secara berkala, serta sistem koordinasi cepat antar teknisi.
“Prioritas utama kami adalah menjaga kondisi ujian tetap kondusif dan memastikan pemulihan berjalan cepat dan terkoordinasi,” ujar staf IT di UPT TIK tersebut.
Dari sisi keamanan, sistem ujian dirancang dengan berbagai lapisan pengawasan. Komputer peserta dikonfigurasi khusus hanya untuk kebutuhan ujian, akses aplikasi dibatasi, dan aktivitas jaringan dimonitor secara ketat.
Selain itu, pengawasan langsung oleh pengawas ruangan serta dukungan CCTV turut meminimalkan potensi kecurangan. Untuk menjaga stabilitas jaringan selama ujian, tim teknis melakukan pemisahan trafik, pemantauan bandwidth, serta pengecekan rutin terhadap perangkat jaringan seperti switch dan router.
Kabel dan koneksi antar-ruang juga dipastikan dalam kondisi baik, sementara teknisi siaga di setiap lokasi untuk mengantisipasi gangguan yang mungkin terjadi.
Dengan berbagai persiapan dan sistem yang diterapkan, pelaksanaan UTBK SNBT di Unila diharapkan dapat berjalan lancar, aman, dan memberikan kenyamanan bagi seluruh peserta ujian. [Melati Sekar]



