TIK Unila Uji Coba Aplikasi SISTER

(Unila): UPT TIK Universitas Lampung (TIK Unila) melakukan uji coba perdana Penetapan Angka Kredit (PAK) menggunakan Sistem Informasi Sumberdaya Terintegrasi (SISTER) hari ini, Kamis (3/8/2017). Uji coba bagi sejumlah dosen dan staf Kepegawaian tersebut berlangsung sukses.

Tes untuk memastikan operasional sistem informasi tersebut berjalan baik itu diselenggarakan selama tiga hari mulai 3 hingga 5 Agustus 2017 di lantai I gedung UPT TIK dan dihadiri Sekretaris Ditjen Sumberdaya IPTEK dan Dikti Prof. Drs. John Hendri, M.Si., Ph.D.

Wakil Rektor II Unila Prof. Muhammad Kamal menyambut baik dan berterima kasih kepada Ditjen Sumberdaya IPTEK dan Dikti yang telah memercayakan Kampus Hijau untuk melakukan percobaan pertama aplikasi SISTER.

Kamal berharap, peserta dapat menggunakan aplikasi tersebut khususnya pada publikasi-publikasi yang sudah dilakukan dalam menyusun PAK. Di samping meningkatkan mutu layanan bisnis proses Ditjen Sumberdaya IPTEK dan DIKTI Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Unila melalui sistem ini akan sangat terbantu dalam memproses angka kredit para dosen yang berjumlah 1.200-an orang.

“Jadi peserta maksimalkan uji coba ini agar benefitnya dapat dirasakan secara individu untuk peningatan karir masing-masing dan untuk kepentingan institusional dalam rangka mencapai 10 besar perguruan tinggi terbaik nasional,” ujar Kamal.

Prof. John Hendri menjelaskan, penyusunan PAK melalui aplikasi SISTER memiliki beberapa keuntungan. Selain memudahkan dalam menyusun portofolio, peserta bisa mengupdate data personal mereka tanpa dibatasi waktu, plus langsung terintegrasi dengan Dikti. Dengan demikian track record para dosen bisa diketahui dari awal berkarir hingga pensiun.

“Jadi bagian kepegawaian secara otomatis menetapkan apakah yang bersangkutan sudah bisa naik pangkat atau belum. Maka secara real kita uji coba sistem ini sekarang, baru disebar ke 1.200-an dosen di Unila dan seluruh Indonesia,” paparnya.

Dengan layanan dan akses yang semakin baik, setiap dosen akan dapat memerbarui data pribadi, memudahkan validasi, serta menunjang karir dan jabatan akademik.

Benefit lainnya, lanjut John, sistem ini memungkinkan pendataan akurat jumlah dosen di suatu daerah, program studi, bagaimana kompetensinya, sehingga dari data tersebut dapat diketahui berapa beasiswa yang harus dialokasikan oleh Bapennas dan Kemenkeu.[Inay_Humas]