(Unila): Staf ahli rektor Universitas Sultan Agengtirtayasa (Untirta) Banten melakukan kunjungan ke Universitas Lampung (Unila) dalam rangka studi banding tata laksana staf ahli atau staf khusus rektor, Selasa (21/01/2020). Tim dipimpin langsung Dr. Fauzi Sanusi didampingi H.E.R. Taufik, Ph.D., Dr. Elvin Bastian, M.Ak., dan Erwin Salpa Riansi, M.Pd.

Saat pertemuan di ruang rapat rektor, Fauzi mengutarakan tujuan utama kedatangan tim ini guna menggali referensi dan informasi lebih banyak tentang tata laksana staf ahli rektor dan tata kelola program pascasarjana baik magister maupun doktoral.

Ia meyakini, Unila selaku universitas yang lebih dahulu berdiri dan berjarak dekat dengan Untirta akan bisa memberikan informasi yang lebih terperinci. “Unila merupakan kakak kandung Untirta, dan sebagai tempat belajar akan memerlukan waktu yang lama bila Untirta belajar banyak hal. Maka kami ditugasi rektor Untirta untuk memperdalam dua hal ini,” pungkasnya.

Menanggapi hal itu, Rektor Karomani mengatakan Unila kini memiliki sejumlah staf khusus rektor yang siap membantunya menghimpun informasi hingga merekomendasikan berbagai bentuk informasi guna pengambilan kebijakan. Mereka yang bertugas membantu rektor itu harus memiliki jejaring yang baik, serta mempunyai pengalaman dan memahami kinerja suatu institusi universitas.

Ia mengatakan bahwa tugas para staf khusus ini sangat penting sehingga perlu ada bentuk regulasi untuk memberikan penghargaan atas hasil kinerja tersebut. Karomani menjelaskan secara singkat bahwa kebijakan yang Unila terapkan untuk membayar kinerja tersebut berbentuk insentif khusus dan kini terus dikembangkan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

“Persoalan Untirta adalah persoalan Unila juga, karena universitas kita berbentuk BLU, maka penghargaannya bisa berupa grade atau berdasarkan kebijakan rektor seperti insentif khusus”, ujar Karomani.

Menambahkan pernyataan Rektor Unila Ir. Sutikno, M.Sc., selaku tim kerja rektor menjabarkan bahwa tugas staf khusus rektor dan tim kerja rektor di Unila secara teknis yakni hadir ke unit-unit kerja untuk menginventaris berbagai persoalan, dan pada akhirnya dirumuskan untuk direkomendasikan kepada rektor.

Sutikno mengatakan bahwa beberapa perencanaan strategis dan monitoring rencana disiapkan dalam berupa rumusan. Adapun bidangnya dibagi menjadi bidan tri darma, SDM dan manajemen, bidang pengelolaan usaha, bidang aset dan infrastruktur, bidang hubungan kelembagaan, serta bidang kemahasiswaan.

“Tugas staf ini salah satunya menginisiasi dan memediasi kebijakan rektor ke level lain, tetapi tetap tidak mengambil keputusan secara teknis yang berseberangan dengan tugas para wakil rektor dan pimpinan lain”, urainya. [Rf]

Bagikan konten ini :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •