(Unila): Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Universitas Lampung (Unila) Dr. dr. Asep Sukohar, M.Kes., membuka kegiatan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis SIMPeL di Hotel Bukit Randu, Bandarlampung, Rabu (26/2/2020).

Sosialisasi disampaikan langsung oleh Wahyu Hadhi, S.Kom dari Biro umun dan Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Jendral Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

SIMPeL atau Sistem Informasi Manajemen Pengadaan Langsung adalah sistem pengadaan barang dan jasa yang dibangun untuk memfasilitasi proses pengadaan secara langsung menggunakan elektronik.

Tujuan aplikasi SIMPeL di antaranya meliputi transparansi dan akuntabilitas pengadaan langsung, standarisasi proses dan dokumen pengadaan langsung, sentralisasi data pengadaan langsung, serta pembentukan database penyedia pengadaan langsung.

Manfaat SIMPeL di antaranya yaitu otomatisasi proses dan audit trail, e-filing dokumen pengadaan langsung, mendorong penyedia meningkatkan kualitas, meningkatkan efektivitas dan kualitas laporan. Selain itu, keuntungan lain yang didapat pada waktu pelaksanaannya.

Penghitungan waktu pelaksanaan dengan SIMPeL dapat menghemat waktu 50% dibandingkan cara konvensional. Berdasarkan Permendikbud Nomor 7 Tahun 2018 Tentang Pengadaan Langsung di Lingkungan Kemendikbud, wajib menggunakan SIMPeL pada laman http://simpel-lpse.kemdikbud.go.id/.

Pembangunan SIMPeL dilatarbelakangi adanya kesulitan dalam melakukan pemantauan dan reporting pelaksanaan pengadaan langsung. Sebagian besar pengadaan saat ini dilakukan melalui pengadaan langsung dan dilaksanakan secara manual atau belum melalui sistem.

Hal ini sejalan dengan peningkatan batasan pengadaan langsung, yaitu sesuai dengan Perpres Nomor 70 Tahun 2012. Batasan nilai untuk pengadaan langsung yang semula sampai dengan Rp100 juta menjadi Rp200 juta untuk pengadaan barang/pekerjaan konstruksi/jasa lainnya, dan pengadaan jasa konsultasi sampai dengan Rp50 juta.

Kepada 40 peserta sosialisasi, Dr. dr. Asep Sukohar, M.Kes., menyampaikan, perubahan pada Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa (UKPBJ) yang mulai menggunakan sistem aplikasi akan memonitor pengadaan barang dan jasa langsung di lingkungan Universitas Lampung.

Kemudian selanjutnya akan ada pelatihan aplikasi ini dari Kemendikbud. “Secara teknis nanti bapak dan ibu dapat mengikuti latihan itu dan berdiskusi jika diperlukan. Peserta yang mengikuti bimtek ini harus benar-benar menguasai aplikasi SIMPeL,” ujarnya.

Ke 40 peserta itu terdiri dari perwakilan PPK (Pejabat pembuat Komitmen), PBJ (Pejabat Pengadaan Barang dan Jasa), PjPHP (Pejabat Pemeriksa Hasil Pekerjaan), dan Satuan Pengendalian Internal (SPI) di lingkungan Universitas Lampung. [Humas/Penda_Angel]