Simposium Perspektif Riset di Era Revolusi Industri 4.0

0
91

(Unila): Revolusi industri 4.0 merupakan tantangan bagi perguruan tinggi. Sumberdaya manusia yang mengenyam pendidikan di perguruan tinggi harus memiliki kemampuan untuk menghadapi dan beradaptasi dengan perkembangan zaman. Salah satunya menguasai sistem informasi berbasis cyber.

Hal tersebut disampaikan oleh Rektor Universitas Lampung (Unila) Prof. Dr. Ir. Hasriadi Mat Akin, M.P., saat membuka Simposium Persfektif Riset di Era Revolusi Industri 4.0 dengan tema “Sinergi dan Kontribusi Perguruan Tinggi dan Lembaga Riset Nonkementerian Terhadap Issue Strategis Daerah Lampung”, di ruang sidang utama lantai 2, Gedung Rektorat Unila, Jumat (21/12/2018).

Hasriadi melanjutkan, tema ini sesuai dengan pernyataan presiden beberapa waktu lalu yang menyampaikan bahwa pendidikan tinggi dapat menopang ekosistem nasional dalam menanggapi revolusi industri 4.0.

Revolusi industri 4.0 mengambil berbagai bentuk misalnya digitalisasi kekuatan komputasi dan analitik data yang melahirkan teknologi “cyber physical” di dalam “autonomus vehicle” atau kendaraan tanpa awak, “three D printing” yang bisa membuat bangunan dan senjata, “advanced robotic” yang bisa mengambil alih peran manusia bahkan bisa menjadi pemandu wisata.

Selanjutnya “internet of change“, “big data“, “artificial intelligence“, “virtual reality“, “block chain” hingga “crytpo currency” yaitu mata uang tanpa bank sentral.

Industri 4.0 adalah revolusi teknologi. Manusia menghadapi ketidakpastian karena berubah sangat cepat. Oleh karena itu,  perguruan tinggi harus siap dengan menerapkan pembelajaran yang lebih inovatif pada kurikulum dan terampil pada digital literasy. Kemudian, mulai mengupayakan program cyber university yang memungkinkan terlaksananya pendidikan jarak jauh.

Tantangan revolusi industri 4.0 dapat menjadi peluang untuk maju di masa depan jika perguruan tinggi mengedepankan inovasi. “Inovasi pendidikan untuk menghasilkan inovasi. Hal ini sesuai dengan tagline Unila yakni berkarya dan berinovasi untuk bangsa,” terangnya.

Lebih jauh ia mengharapkan agar simposium ini memberikan pengetahuan baru yang dapat dikembangkan di Unila untuk berinovasi menghadapi revolusi industri 4.0.

Keynote speaker pada simposium ini adalah Dr. Laksana Tri Handoko (Ketua LIPI) dan pengantar disampaikan oleh Warsono, Ph.D. Kegiatan juga dihadiri para dosen di lingkungan Unila.[Caca/Humas]