(Unila): Mahasiswa Program Studi Pendidikan Tari, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Lampung (Unila) angkatan 2023 menampilkan karya koreografi lingkungan berjudul “Siklus” sebagai bagian dari Ujian Akhir Semester mata kuliah Koreografi Lingkungan Non-Tradisi pada Selasa, 16 Juni 2026, di Centra Laundry, Jalan Prof. Dr. Ir. Sumantri Brojonegoro, Kampung Baru, Kedaton, Bandar Lampung.

Karya ini dikoreografikan oleh Nazla Sepha Salsabila, Hani Alifah, Niluh Gede Rike Ariani, dan Sisca Amelia dengan bimbingan dosen pengampu, yakni Goesthy Ayu Mariana Devi Lestari, S.Sn., M.Sn., Lora Gustia Ningsih, S.Sn., M.Sn., Nabilla Kurnia Adzan, S.Pd., M.Pd., serta Dr. Ricky Warman Putra, S.Sn., M.Sn.

Koreografi lingkungan “Siklus” hadir sebagai refleksi dari fenomena aktivitas laundry self-service yang semakin dekat dengan kehidupan masyarakat. Melalui karya ini, para koreografer mengangkat realitas tentang beban kerja petugas laundry yang sering kali bertambah akibat kurangnya pemahaman pelanggan terhadap konsep layanan mandiri.

Fenomena tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam rangkaian gerak yang menggambarkan aktivitas berulang, tumpukan pekerjaan, serta tanggung jawab yang terus datang silih berganti. Pemilihan lokasi pertunjukan di area laundry turut memperkuat pesan yang ingin disampaikan kepada penonton mengenai pentingnya kesadaran dalam menjalankan tanggung jawab masing-masing.

Niluh Gede, selaku korografer menjelaskan bahwa karya ini lahir dari pengamatan terhadap kebiasaan sebagian pelanggan yang masih menyerahkan proses pencucian kepada petugas, padahal layanan yang digunakan merupakan laundry self-service.

“Pada layanan laundry self-service, pelanggan memiliki tanggung jawab untuk menyelesaikan proses pencuciannya sendiri. Melalui karya ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk lebih memahami peran dan tanggung jawab masing-masing sehingga tidak membebani petugas dengan pekerjaan yang seharusnya dapat dilakukan secara mandiri,” ujarnya.

Dalam proses pementasannya, karya “Siklus” melibatkan 13 penari yang menghadirkan dinamika aktivitas laundry ke dalam bentuk koreografi lingkungan. Melalui perpaduan gerak, musik, dan pemanfaatan ruang pertunjukan, para penari menggambarkan siklus pekerjaan yang terus berulang sekaligus menghadirkan sudut pandang baru terhadap aktivitas sehari-hari yang sering dianggap sederhana.

Karya “Siklus” menjadi ruang refleksi tentang bagaimana tindakan-tindakan kecil dalam kehidupan sehari-hari dapat berdampak pada orang lain. Melalui karya ini, mahasiswa Pendidikan Tari Unila menghadirkan pesan bahwa kesadaran akan tanggung jawab dan penghargaan terhadap pekerjaan sesama merupakan nilai sederhana yang penting untuk terus dijaga dalam kehidupan sosial. [Magang_Yuki Azzahra]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

8 + 1 =