(Unila): Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung (Unila) kembali melahirkan seorang doktor melalui sidang promosi Doktor atas nama Laila Puspita, yang digelar pada Jumat, 3 Juli 2026, di Aula A FKIP.

Laila Puspita berhasil mempertahankan disertasi berjudul “E-Modul Interaktif Pencemaran Lingkungan Berbasis Socio-Constructivist Terintegrasi PBL-STEM-Multiple Representations (SCOPE-MRS) untuk Membangun Keterampilan Berpikir Kreatif dan Kolaborasi Calon Guru”.

Sidang promosi dipimpin Wakil Rektor Bidang Akademik sebagai Ketua Penguji, Prof. Dr. Eng. Suripto Dwi Yuwono, S.Si., M.T.; dengan Sekretaris Penguji Prof. Hasan Hariri, S.Pd., M.B.A., Ph.D.

Tim penguji juga menghadirkan Penguji Eksternal Prof. Dr. Widi Purwianingsih, M.Si., dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) yang mengikuti sidang secara daring. Penguji Internal Dr. Albet Maydiantoro, S.Pd., M.Pd., Penguji I Prof. Dr. Agus Suyatna, M.Si., dan Penguji II Dr. Dewi Lengkana, M.Sc.

Proses bimbingan disertasi dilakukan Promotor Prof. Dr. Abdurrahman, M.Si. bersama Ko-Promotor Dr. Tri Jalmo, M.Si. Dalam sidang,

Promovendus menjelaskan, disertasinya berangkat dari tantangan pembelajaran yang menuntut calon guru tidak hanya menguasai konsep ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kreatif, bekerja sama, memecahkan masalah, serta memanfaatkan teknologi digital dalam proses pembelajaran.

Menurutnya, materi pencemaran lingkungan merupakan salah satu topik yang kompleks karena memerlukan pemahaman konsep, analisis terhadap fenomena nyata, serta kemampuan menghubungkan ilmu pengetahuan dengan persoalan lingkungan yang dihadapi masyarakat.

Untuk menjawab tantangan tersebut, promovendus mengembangkan e-modul interaktif berbasis Socio-Constructivist yang dipadukan dengan pendekatan Problem Based Learning (PBL), Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM), serta Multiple Representations dalam sebuah model pembelajaran yang dinamakan SCOPE-MRS.

Model ini dirancang agar mahasiswa tidak hanya mempelajari materi secara mandiri melalui media digital, tetapi juga aktif membangun pengetahuan melalui diskusi, kolaborasi, penyelesaian masalah kontekstual, dan penyajian konsep dalam berbagai bentuk representasi, seperti teks, gambar, grafik, animasi, video, hingga simulasi interaktif.

Dalam penelitiannya, Laila menegaskan, model SCOPE-MRS dikembangkan untuk menghasilkan pengalaman belajar yang lebih aktif, interaktif, dan berpusat pada peserta didik.

Model ini diharapkan mampu meningkatkan keterampilan berpikir kreatif melalui aktivitas menghasilkan ide, mengeksplorasi berbagai alternatif solusi, dan mengembangkan gagasan yang inovatif. Selain itu, proses pembelajaran yang dirancang secara kolaboratif juga diharapkan dapat memperkuat kemampuan komunikasi, kerja sama tim, serta tanggung jawab bersama dalam menyelesaikan permasalahan pembelajaran.

Keberhasilan Laila mempertahankan disertasinya menambah deretan doktor yang dilahirkan FKIP sekaligus menjadi kontribusi nyata dalam pengembangan inovasi pembelajaran berbasis teknologi.

Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi salah satu referensi bagi pengembangan bahan ajar digital yang adaptif terhadap tuntutan pendidikan, khususnya dalam menyiapkan calon guru yang kreatif, kolaboratif, dan mampu menghadirkan pembelajaran sains yang relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan masyarakat. [Melati Sekar]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

18 − 11 =