(Unila): Universitas Lampung (Unila) melalui Fakultas Pertanian (FP) bekerjasama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggelar seminar nasional bertajuk “Budidaya Lobster di Indonesia: Prospek, Peluang Bisnis, dan Tantangan Pengembangannya” secara daring, Kamis (28/5/2020).

Rektor Unila Prof. Karomani saat membuka acara mengungkapkan, selain masih bergantung dari alam, pembudidayaan lobster khususnya pembenihan belum dapat dilaksanakan karena kurangnya penguasaan teknologi dan budidaya. Hal itu adalah hasil pengamatan di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung.

Karomani menganggap perlu stakeholders yang berkompeten untuk berdiskusi secara nasional membahas budidaya lobster secara full siklus di Indonesia. Pelaksanaan diskusi budidaya lobster ini adalah untuk mendukung sejumlah kebijakan pemerintah.

“Terlepas dari harga jual benur yang tinggi, saya berpikir harus dibesarkan sendiri yang kemudian dijual ke negara lain sebagai produk ekspor untuk mendapatkan devisa lebih banyak,” ungkapnya.

Di kesempatan terpisah, Menteri KKP Dr. Edhy Prabowo, S.E., M.M., M.B.A., menguraikan langkah Indonesia untuk membangun industri lobster di Indonesia merupakan upaya tepat mempertahankan sustainability dan kemajuan perekonomian bangsa.

Ia sangat meyakini dengan membangun budidaya lobster, secara umum negara akan memperoleh banyak manfaat. Regulasi pelaksanaannya pun akan fokus pada kestabilan ekosistem dan pengelolaan alam. Di tengah pandemi Covid-19, Edhy meyakini keberhasilan peran perikanan mampu membangkitkan kembali perekonomian Indonesia.

“Saya melihat Lampung tidak hanya bumi agroindustri tetapi juga fish industry, dan merupakan salah satu pusat barometer pembudidayaan di Indonesia. Kami berharap Universitas Lampung dapat menjadi mitra Kementerian Perikanan,” ungkapnya.

Seminar ini diikuti 500 peserta yang mendiskusikan materi dari empat narasumber antara lain Suadi, Ph.D., tentang “Pengelolaan Perikanan Lobster Berkelanjutan:Pelajaran dari Lobster Selatan Jawa”. Bayu Priyambodo, Ph.D., terkait “Pengembangan Teknologi Penangkapan Benih Bening dan Budidaya Lobster di Indonesia”.

Selanjutnya Dr. Nasrun tentang “Pengelolaan Sumber Daya Lobster di Indonesia Timur” dan Dr. Yudha T. Adiputra tentang “Inisiasi Pembenihan dan Pembesaran Lobster dari Pesisir Barat Lampung”. [Humas/Riky]