Terjadi ketidakadilan dan ketidakberuntungan karena kurangnya kepedulian. Banyak siswa Sekolah Menengah Atas (SMA)/sederajat yang akan mengikuti Ujian Nasional (UN) tahun ini tidak dapat mengikuti Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2013. Salah satu faktornya karena keteledoran dan ketidaktahuan pihak sekolah tentang mekanisme pendaftaran SNMPTN. Padahal SNMPTN tahun ini tidak dipungut biaya alias gratis. Selain itu, semua siswa SMA/sederajat, baik negeri maupun swasta dapat ambil bagian. Namun, kesempatan itu kandas jika data mereka tidak terdapat di Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS).

Pengisian PDSS segera ditutup 8 Februari 2013 mendatang. Namun masih banyak sekolah yang belum mengisi data siswanya di PDSS. Berdasarkan data dari panitia SNMPTN Lokal Lampung, baru 331 Sekolah Menengah Atas (SMA)/sederajat yang mendaftar di PDSS, sementara yang mengisi data mengisi nilai 246 di PDSS (data 4 Februari 2013, diterima Panitia Lokal 6 Februari 2013). Padahal jumlah SMA/sederajat di Provinsi Lampung, baik yang berstatus negeri maupun swasta lebih dari 946 sekolah. Artinya belum sampai setengah dari jumlah sekolah yang ada, yang mendaftar, apalagi mengisi nilai di PDSS.

Meski Panitia Lokal SNMPTN Lokal Lampung telah tiga kali menyosialisasikan SNMPTN 2013 ini secara formal, yakni pada 20 Desember 2012 di Ruang Sidang Rektorat Unila, 22 Desember 2012 di SMA YP Unila, dan 17 Januari 2013 di Gedung Serba Guna Unila. Namun tidak semua perwakilan sekolah di Lampung hadir dan menyimaknya.

Tidak semua pihak sekolah mengetahui bahwa PDSS merupakan pintu gerbang bagi siswa untuk mengikuti SNMPTN tahun 2013. Tanpa terdaftar di PDSS, siswa tidak dapat mendaftarkan diri sebagai peserta SNMPTN 2013.

SNMPTN tahun ini sebenarnya hampir sama dengan SNMPTN jalur undangan tahun lalu. Penilaian didasarkan pada nilai rapor dan prestasi yang dimikili. Namun data-data itu harus diinput terlebih dahulu oleh sekolah di laman https://pdss.snmptn.ac.id/.

Untuk dapat mengisi PDSS, sekolah harus memiliki Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN). Bagi sekolah yang belum memilikinya, dapat mendaftar terlebih dahulu. Selanjutnya, untuk mengisi data siswa, sekolah juga menggunakan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN).

Pengisian NISN kerap menjadi masalah yang diajukan pihak sekolah dan siswa dari berbagai daerah kepada call center Humas SNMPTN Lokal Lampung yang berada di Universitas Lampung. Biasanya, soal siswa yang belum memiliki NISN atau memiliki NISN ganda.

Siswa yang belum memikili NISN sebenarnya dapat dilaporkan pihak sekolah ke Dinas Pendidikan untuk mendapatkan NISN. Namun selama proses pembuatan NISN, data siswa tetap dapat diisikan dengan mengisi angka 0 bagi kelas X, 1 bagi kelas XI, dan 2 bagi kelas XII (sebanyak jumlah digit NISN). Contoh 0000000000 untuk kelas X, 1111111111 untuk kelas XI, dan 2222222222 untuk kelas XI. Sementara itu, untuk siswa yang memiliki dua NISN, dapat menggunakan NISN yang terbaru.

Masalah lainnya terkait nilai kognitif dan normatif di sebagian sekolah. Pada pengisian nilai siswa di PDSS, sekolah hanya dapat menuliskan nilai dalam bentuk angka, dari 1–100. Jika terdapat pelajaran yang menggunakan nilai normatif, hendaknya dikonversi menjadi angka, sehingga dapat diterima oleh database pusat.

Sekolah juga memiliki kewajiban, bukan sekadar data kelas XII yang harus diisikan pihak sekolah, tapi data nilai siswa kelas X dan XI juga harus diinput. Selanjutnya, pihak sekolah akan memperoleh password bagi setiap siswa. Mereka nantinya akan melakukan verifikasi terkait nilai yang telah diisikan sekolah. Sekiranya terjadi kesalahan data, siswa harus melaporkan kepada pihak sekolah untuk dapat diperbaiki. Namun perbaikan data hanya bisa dilakukan di semester yang bersangkutan. Jika telah melewati semester tersebut, maka perubahan niloai tidak bisa dilakukan.

Sejatinya, berbagai permasalahan terkait pendaftaran SNMPTN ini dapat diminimalisir sekiranya sekolah kooperatif mencari informasi di internet. Saat ini telah ada laman snmptn.ac.id yang menyediakan berbagai informasi lengkap seputar SNMPTN 2013. Seluruh panduannya telah tersedia di laman itu. Selain itu, sekolah hendaknya memiliki kepedulian untuk mengisikan data keseluruhan siswa, bukan hanya data siswa-siswa yang intin melanjutkan studi ke PTN. Hal ini untuk mengantisipasi perubahan pikiran siswa yang tadinya tidak ingin lanjut studi, kemudian ingin melanjutkan studi. Bagi sekolah-sekolah di pelosok daerah, sudah saatnya melek media. Tolonglah para siswa dengan mengisikan datanya ke PDSS. Saatnya menghantar siswa dari sekolah kita menuju pendidikan yang lebih tinggi. []