(Unila): Fakultas Pertanian (FP) Universitas Lampung (Unila) menggelar Sidang Terbuka Promosi Doktor, Program Doktor Ilmu Pertanian, di aula kampus setempat, Rabu (20/5/2020). Kegiatan diselenggarakan dengan tetap menerapkan protokol pencegahan Covid-19.

Ujian terbuka promosi doktor dipimpin langsung Rektor Unila Prof. Dr. Karomani, M.Si., selaku Ketua Tim Penguji, didampingi Tim Penguji Prof. Dr. Ir. Irwan Sukri Banuwa, M.Si., (Dekan Fakultas Pertanian Unila), Dr. Ir. Slamet Budi Yuwono, M.S., (Ketua Program Doktor Ilmu Pertanian Unila).

Berikutnya Penguji Eksternal Dr. Ir. Abdul Qadir, M.Si., dari ITB, Penguji Internal Dr. Agustiyansyah, S.P., M.Si., Promotor Prof. Dr. Ir. Muhammad Kamal, M.Sc., Ko-Promotor 1 Prof. Dr. Ir. FX. Susilo, M.Sc., dan Ko-Promotor 2 Dr. Ir. Paul B. Timotiwu, M.S.

Pada kesempatan ini Eko Pramono, Mahasiswa Pascasarjana S3 Program Studi Ilmu Pertanian Unila, resmi menyandang gelar doktor setelah dinyatakan lulus dengan nilai 89.37 (A) oleh rektor.

Sidang terbuka yang juga disaksikan secara daring melalui aplikasi Zoom ini membahas disertasi berjudul “Kajian Genotipe, Sistem Pertanaman, Produktivitas, Viabilitas Potensial, Hama Sitofilus (Sitophilus. sp) dan Daya Simpan Benih Sorgum (Sorghum Bicolor [L.] Moench)”.

Eko telah melakukan penelitian dan mempublikasikan ke beberapa jurnal internasional maupun nasional. Sebagai latar belakang penelitiannya, ia menyampaikan dalam persentasinya bahwa tanaman sorgum memiliki potensi fisiologi yang sangat tinggi untuk dikembangkan di Indonesia yang beriklim tropis.

Eko melaksanakan penelitian di dua kabupaten yakni Lampung Tengah dan Pringsewu, juga memperkaya risetnya di Laboratorium Benih FP Unila, serta Laboratorium Terpadu dan Sumberdaya Inovasi Teknologi Unila sejak 2015 sampai 2018.

Penelitian menggunakan 34 Genotipe Sorgum dengan 11 Varietas Unggul Nasional, 31 Galur harapan nasional dan 3 Galur Introduksi dari ICRISAT India.

Prof. Karomani di akhir sidang mengucapkan selamat kepada Dr. Eko Promono atas kelulusannya menyandang gelar doktor. Karomani berharap, masukan-masukan yang diberikan bisa dipertimbangkan demi penyempurnaan disertasi sehingga ke depan dapat berkontribusi banyak bagi daya tahan pangan Indonesia. [Humas/Andri]