(Unila): Pengumuman Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) pada Selasa, 31 Maret 2026 menjadi momen penuh syukur bagi Rinita Irawati. Mahasiswi lulusan SMAN 1 Bandar Lampung tersebut berhasil diterima di Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Lampung (Unila), mewujudkan cita-cita yang telah ia perjuangkan sejak lama.
Di balik keberhasilan tersebut, tersimpan proses panjang yang dijalani dengan tekun. Tidak hanya berfokus pada capaian akademik, Rinita juga aktif dalam berbagai kegiatan non-akademik di sekolah, termasuk ekstrakurikuler basket, dengan prestasi belajar yang tetap terjaga secara konsisten.
Ketertarikannya pada dunia kedokteran tumbuh sejak kecil dan semakin menguat seiring pengalaman pribadi dalam keluarga. Saat sang nenek mengalami stroke, Rinita menyaksikan secara langsung pentingnya peran tenaga medis dan pengalaman tersebut memberinya pemahaman bahwa seorang dokter tidak hanya dituntut untuk menguasai ilmu, tetapi juga memiliki empati dan kepedulian terhadap pasien.
“Dari situ saya melihat bahwa pasien tidak hanya membutuhkan pengobatan secara fisik, tetapi juga dukungan secara psikologis,” ujar Rinita.
Perjalanan tersebut juga tidak terlepas dari berbagai tantangan. Rasa lelah dan tekanan dalam belajar kerap dirasakan, terlebih dengan adanya kekhawatiran terkait biaya pendidikan di bidang kedokteran. Namun, Rinita berupaya mengelola hal tersebut dengan menjaga keseimbangan antara belajar dan istirahat, serta tetap berpegang pada tujuan yang ingin dicapai.
“Saya pernah merasa lelah dan ragu, terutama karena keterbatasan biaya. Tapi saya selalu ingat tujuan saya dan dukungan orang tua,” ujarnya.
Peran keluarga menjadi kekuatan utama dalam perjalanan tersebut. Ayahnya, Bukhori, yang bekerja sebagai ojek online, dikenal sebagai sosok pekerja keras yang senantiasa menanamkan nilai kejujuran dan tanggung jawab. Sementara itu, ibunya, Isnaini, terus memberikan dukungan moral dan doa.
Nilai disiplin, tanggung jawab, dan rasa syukur yang diajarkan sejak kecil menjadi pegangan yang menguatkan langkah Rinita hingga saat ini.
Saat dinyatakan lolos, rasa syukur dan bahagia menyelimuti dirinya dan keluarga. Momen tersebut menjadi bukti bahwa usaha yang dilakukan dengan sungguh-sungguh tidak sia-sia.
“Rasanya seperti pencapaian besar dalam hidup saya. Keluarga saya sangat terharu dan bangga,” ungkapnya.
Pencapaian yang diraih tidak hanya menjadi kebahagiaan pribadi, tetapi juga membawa haru bagi keluarga. Capaian tersebut menjadi bukti bahwa proses yang dijalani dengan sungguh-sungguh dapat mengantarkan pada hasil yang diharapkan.
Memasuki tahap baru sebagai mahasiswi FK Unila, Rinita berkomitmen untuk menjalani pendidikan dengan baik dan terus mengembangkan diri. Ia bercita-cita agar kelak dapat menjadi tenaga medis yang kompeten dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya dalam bidang kesehatan di Provinsi Lampung.
Di tengah pencapaiannya, Rinita juga membagikan pesan kepada para pelajar yang tengah berjuang meraih cita-cita, sebagai pengingat untuk tetap teguh dalam menghadapi setiap proses.
“Untuk teman-teman, tetap semangat dan jangan menyerah. Percayalah pada proses, karena setiap usaha pasti akan membuahkan hasil. Jangan jadikan keterbatasan sebagai hambatan untuk meraih cita-cita,” pesannya.
Ia berharap, langkah yang ditempuh hari ini dapat menjadi awal untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas di masa depan, sekaligus menginspirasi lebih banyak generasi muda untuk terus berusaha, tanpa terhalang keterbatasan. [Magang_Yuki Azzahra]
