(Unila): Ari Sarjono Idris menjadi kandidat direktur kedua Badan Pengelola Usaha (BPU) yang berkesempatan mempresentasikan rencana pengelolaan unit usaha dihadapan rektor dan tim kerja rektor, Selasa (21/01/2020).

Dalam penyampaiannya, Ari mengemukakan bahwa potensi akselerasi pengelolaan BPU Universitas Lampung dapat dimulai dari optimalisasi kerja sama dengan para alumni dan pembangunan titik-titik unit bisnis. Secara peluang, Ari meyakini Unila telah memiliki sejumlah potensi konsumen yang berasal dari besarnya jumlah IKA Unila, mahasiswa dan masyarakat umum.

Ari yang merupakan seorang tenaga profesional ini berencana jika terpilih menjadi direktur BPU Unila, ia akan fokus pada action plan, yaitu meningkatkan finansial Unila dari angka 1,7 miliar rupiah menjadi 5 miliar rupiah dengan keuntungan 4 miliar setahun.

Visi yang diusungnya yaitu Menjadikan Induk Unit Usaha yang Inovatif, Profesional dan Berdaya Saing Nasional serta Internasional. Ari menguraikan, salah satu hambatan yang ada pada BPU saat ini yaitu kurangnya produk yang dihasilkan secara massa, berlabel, serta berbadan hukum.

Selain itu, pengelolaan bisnis ke depan akan memanfaatkan jaringan pasar online dan ramah sistem. Ari mengungkapkan, dalam setahun, progresnya kelak akan dibagi menjadi 3 quarter disertai dengan evaluasi pertahap.

Adapun bisnis yang mungkin bisa dilaksanakan antara lain usaha nonakademik seperti, media televisi, fotografi Unila, radio, portal berita Unila, advertising iklan, digital printing, sport center seperti futsal, basket, badminton, renang, jogging track, makanan, dan property.

Langkah itu dapat dimulai di kampus utama dengan menyediakan tempat yang nyaman dan ruang hijau bagi konsumen. Selain itu terdapat sistem parkir yang vertikal agar konsumen terfokus pada tenant yang telah disediakan.

Di kesempatan yang sama, Rektor Karomani menyatakan bahwa Unila ingin melaksanakan penguatan BPU untuk menciptakan aset yang lebih produktif dan menghasilkan. Ia juga menyampaikan bahwa secara teknis Unila mencari sosok yang kelak dapat menggali potensi aset Unila dan mampu memaksimalkan penghasilan BPU guna memperkuat finansial Unila.

“Unila siap bekerja sama dengan berbagai investor dan meng-KSO-kan sistemnya, agar kelak tidak menghambat pengelolaan keuangan dengan birokrasi lainnya”, ujar Karomani. [Rf]

Bagikan konten ini :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •