Rektor Soroti Kelulusan Tepat Waktu sebagai Kunci Kampus Berdampak

0
73

(Unila): Universitas Lampung (Unila) terus menegaskan komitmennya dalam mewujudkan kampus berdampak melalui berbagai transformasi pendidikan, salah satunya dengan mendorong peningkatan kelulusan tepat waktu (KTW) mahasiswa.

Hal tersebut disampaikan Rektor Unila, Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., IPM., ASEAN Eng., dalam Podcast Unila Talks (U-Talks) yang berlangsung di Studio Humas Unila, pada Senin, 4 Mei 2026.

Dalam perbincangan yang dipandu Dr. Feri Firdaus, S.I.Kom., M.A., Prof. Lusi menekankan bahwa kampus saat ini tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat belajar, melainkan sebagai motor penggerak perubahan yang harus hadir dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat, pemerintah, dunia usaha, serta lingkungan sekitar.

Sejalan dengan hal tersebut, Prof. Lusi menyampaikan Unila mengusung semangat “Kampus Berdampak” dengan memastikan setiap proses pendidikan, riset, dan pengabdian mampu memberikan kontribusi nyata.

Dalam kerangka ini, kelulusan tepat waktu menjadi indikator strategis yang mencerminkan kualitas sistem pendidikan di perguruan tinggi.

“Kelulusan tepat waktu bukan sekadar persoalan administratif, tetapi menjadi cerminan efektivitas kurikulum, kualitas pembelajaran, serta optimalnya bimbingan akademik,” ujarnya.

Prof. Lusi menambahkan, dalam perspektif manajemen strategis, KTW berperan sebagai indikator kinerja utama yang menghubungkan proses akademik dengan hasil akhir, seperti kepuasan mahasiswa, reputasi institusi, hingga keberlanjutan organisasi.

Capaian Unila dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren yang positif. Persentase kelulusan tepat waktu meningkat dari 39 persen pada 2023 menjadi 45 persen pada 2024, dan mencapai 49,9 persen pada 2025.

Peningkatan ini menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah Unila sekaligus mencerminkan hasil dari transformasi sistem akademik yang dilakukan secara berkelanjutan.

Gambaran capaian tersebut juga terlihat pada tingkat program studi. Pada jenjang sarjana (S-1), Program Studi Pendidikan Dokter mencatat persentase KTW tertinggi sebesar 89,86 persen, disusul Pendidikan Tari sebesar 82,14 persen, dan Pendidikan Ekonomi sebesar 81,44 persen.

Capaian ini menunjukkan konsistensi kualitas pembelajaran di berbagai bidang studi yang turut mendukung peningkatan kinerja akademik secara keseluruhan.

Prof. Lusi juga menjelaskan, peningkatan tersebut tidak terjadi secara instan, melainkan melalui pembenahan menyeluruh pada sistem pembelajaran, termasuk penerapan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) serta pendekatan pembelajaran berbasis kasus dan proyek yang membuat proses belajar lebih relevan dan terarah.

“Ketika proses belajar menjadi relevan, mahasiswa menjadi lebih terarah, lebih fokus, dan akhirnya lebih cepat lulus,” jelasnya.

Dari sisi mahasiswa, kelulusan tepat waktu memberikan dampak langsung, baik dalam efisiensi biaya pendidikan maupun percepatan memasuki dunia kerja. Hal ini dinilai penting karena berkaitan dengan kesiapan generasi muda dalam membangun kemandirian dan berkontribusi di masyarakat.

Selain itu, Unila juga mendorong berbagai program strategis, seperti Graduate Fast Track, untuk mempercepat kesiapan lulusan memasuki dunia profesional serta memperkuat peran perguruan tinggi dalam pembangunan daerah melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Menutup sesi perbincangan, Prof. Lusi berpesan, kelulusan tepat waktu bukan sekadar target akademik, melainkan langkah awal membangun masa depan serta berkontribusi bagi keluarga dan bangsa.

Ia menekankan pentingnya sinergi sivitas akademika dalam menciptakan ekosistem pembelajaran yang mendukung, guna melahirkan generasi unggul, berdampak, dan berdaya saing global. [Magang_Yuki Azzahra]

Tinggalkan Balasan

Please enter your comment!
Please enter your name here

47 − 41 =