(Unila): Rektor Universitas Lampung Prof. Dr. Ir. Hasriadi Mat Akin, M.P., resmikan gedung baru di lingkungan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Rabu (9/1/2019). Peresmian meliputi Gedung Dekanat (G-A. Kantan Abdullah), Ruang Pertemuan Gedung A, dan Mimbar Mahasiswa di lingkungan kampus setempat.

Selain dihadiri keluarga besar Kantan Abdullah, peresmian dihadiri wakil rektor, kepala biro, kabag, kasubag, para dekan, ketua lembaga, ketua program studi, dan para dosen di lingkungan Universitas Lampung.

Gedung Dekanat FISIP Unila didirikan di atas lahan seluas 1.232 meter persegi yang terdiri dari empat lantai bangunan. Lantai pertama digunakan untuk layanan administrasi, lantai kedua sebagai ruang Dekanat, lantai ketiga diperuntukkan sebagai ruang penjaminan mutu, pengelolaan jurnal, urusan kerja sama internasional, sedangkan lantai keempat dimanfaatkan sebagai ruang serba guna baik diskusi maupun seminar.

Penamaan Gedung Dekanat Kantan Abdullah diperoleh dari hasil rapat senat Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik yang digelar Oktober 2018 lalu. Penyematan nama dilakukan sebagai bentuk penghargaan dan ucapan terima kasih kepada almarhum Kantan Abdullah yang telah merintis dan mengagas berdirinya FISIP Universitas Lampung.

Hasriadi pada sambutannya mengatakan, Universitas Lampung pada awal tahun 2016 mulai mengembangkan research university. Segala kebijakan difokuskan kepada pengembangan kinerja riset. Research university merupakan wujud perguruan tinggi yang mengupayakan pembelajaran dan riset seperti dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan.

Selanjutnya Unila sejak tahun 2017 juga mulai mengembangkan infrastruktur. Pada tahun 2018 hampir 15 gedung telah dibangun di seluruh lingkungan Universitas Lampung. Pembangunan infrastruktur ini merupakan penyeimbang penyelenggaraan kegiatan tri darma Perguruan Tinggi.

Pembangunan gedung akan terus berlanjut antara lain dengan melanjutkan pembangunan pascasarjana lima tingkat, student center lima tingkat, pembuatan embung untuk memperindah kampus, hingga membangun pusat pengolahan sampah.

“Selain itu kita juga membangun tertib administrasi. Saya kira hampir seluruh Unila sudah ISO. Mudah-mudahan pelayanan akan semakin baik, dan itu perlu proses,” ujar Guru Besar Fakultas Pertanian ini.[Penda/Inay_Humas]