(Unila): Rektor Universitas Lampung (Unila) Prof. Karomani menginstruksikan setiap unsur pimpinan di lingkungan kampus mengevaluasi pegawai kontrak di lingkungan kerjanya. Penilaian itu dilakukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja di masing-masing bidang.

Menurut Karomani, saat ini Unila menghadapi dua persoalan utama yaitu gemuknya pegawai kontrak dan minimnya income yang dihasilkan. Pegawai kontrak Unila saat ini berjumlah 1.300-an orang terdiri dari tenaga dosen dan kependidikan.

Itu menelan anggaran cukup besar hingga puluhan miliar per tahun sementara pendapatan PNBP Unila tahun ini mengalami penurunan. Hal itu rektor sampaikan saat menjadi pembina upacara bulanan yang rutin diadakan setiap tanggal 17 di halaman belakang Rektorat, Jumat (17/1/2020).

Di samping menyoal terbatasnya persoalan keuangan, Karomani menilai disiplin etos kerja sumber daya manusia di lingkungan Unila masih rendah. Hal itu ia buktikan saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke seluruh unit kerja di lingkungan Rektorat dan mendapati hanya 25 persen pegawai hadir pukul 07.30–08.00 WIB.

“Saya sudah berjanji tidak akan cuci gudang terhadap pegawai kontrak. Tapi jika etos kerja disiplinnya buruk maka saya tidak segan-segan memutus kontrak kerja yang buruk itu. Unila sudah mengeluarkan uang demikian besar untuk pegawai. Maka kita harus sama-sama bertekad mengakhiri etos kerja disiplin yang buruk,” tegasnya.

Pada momen upacara itu Karomani menginstruksikan wakil rektor bidang umum dan keuangan beserta jajaran untuk mengevaluasi usulan perpanjangan SK pegawai kontrak dengan menyertakan analisis beban kerja dan etos kerja. Demikian pula perpanjangan dosen kontrak harus disertai rasio antara dosen dan mahasiswa di masing-masing program studi.

Permasalahan kedua, yaitu minimnya income Unila. Untuk mengatasi hal itu akan ada sejumlah pembenahan pada Badan Pengelola Usaha (BPU) Universitas Lampung. “Salah satunya diawali dengan mengangkat Direktur Utama BPU Unila dari profesional, bukan dosen ataupun ASN,” imbuhnya.

Di sela-sela sambutan upacara mantan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni ini berpesan untuk menghadapi tantangan berat dengan saling bersinergi baik dalam sistem maupun dalam pergaulan sehari-hari. Hal itu sesuai tagline Unila yang baru, “Bersinergi dan Berinovasi untuk Negeri”. [Humas]

 

Bagikan konten ini :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •